Agus Yulianto, Ketua LMPC Kabupaten Pamekasan
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat yang dihadiri puluhan tokoh pada tanggal 18 Agustus lalu, menuai pro dan kontra. Termasuk di Kabupaten Pamekasan, ada pergerakan yang menolak agar KAMI tak sampai masuk ke Bumi Gerbang Salam.
Penolakan itu salah satunya disuarakan Laskar Merah Putih Cabang (LMPC) Pamekasan. Menurut Ketua LMPC Pamekasan, Agus Yulianto, penolakan tersebut tak lain demi menjaga kondusivitas warga. Ia khawatir organisasi tersebut memecah belah bangsa yang selama ini guyub.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
"Kami berharap Pamekasan tetap kondusif," katanya, Rabu (09/09/20).
Ia mengajak Warga Negara Indonesia tetap menjalin persatuan dan kesatuan anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945.
"Kami menolak dengan keras hidup dan berkembangnya paham-paham radikal, khilafah, separatisme, dan juga aliran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945 dan nilai-nilai yang dianut warga NKRI," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) adalah suatu perkumpulan yang berdiri atas inisiasi sekitar 150 tokoh dari berbagai macam latar belakang, mulai dari negarawan hingga ulama. (yen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




