Salah satu satriwati yang menjadi korban keracunan makanan sedang ditunggui neneknya.
KOTA PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Puluhan Santri Riyadlus Sholihin Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mengalami keracunan massal. Peristiwa itu terjadi saat di pondok tersebut mengadakan acara Selamatan 1 Suro.
Salah seorang pengurus pondok putri, Ustazah Fatimatul Maimunah mengatakan, peristiwa itu terjadi usai Salat Subuh, Kamis (20/8).
BACA JUGA:
- Namanya Dicatut Jadi Modus Penipuan, Wali Kota Probolinggo Minta Masyarakat Hati-Hati
- PT Anugerah Jaya Megah Beri Bantuan Meja,Kursi dan Beasiswa ke Yayasan Nurul Islam Kota Probolinggo
- Reses, PKS Kota Probolinggo Singgung Perda Retribusi Hiburan
- Bangun Generasi Qurani, MUI Kota Probolinggo Gelar Tadribul Qurra
“Seperti biasa di pondok itu ada selamatan 1 suro,” katanya saat ditemui wartawan di Puskesmas Ketapang.
Saat makan bersama-sana, tiba-tiba puluhan santri putri mengalami muntah-muntah. Diduga mereka keracunan makanan yang mereka santap. “Mereka makan nasi kotak,” cerita Ustazah Fatimatul Maimunah.
Menurut dia, nasi kotak yang dibuat acara selamatan itu dipesan dari salah satu katering. “Jadi, bukan ratusan santri yang keracunan, tapi hanya puluhan. Mereka sekarang dalam perawatan di Puskesmas Ketapang dan Wonoasih,” timpalnya.
Salah seorang Wali Santri, Ny. Umi Laila (61) mengatakan, dirinya mendengar cucunya mengalami keracunan ketika mendapat kabar dari pondok. “Saya mendapat kabar dari pondok kalau cucu saya sedang keracunan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang petugas Puskesmas Ketapang, Indah mengatakan, ada sebanyak 15 santriwati yang menjalani perawatan.
“Di sini ada 15 santriwati yang menjalani perawatan. Saya tidak tahu kalau yang ada di Puskesmas Wonoasih ada berapa santri yang dirawat,” terangnya kepada awak media. (prb1/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




