Habib Husein Muthahar. foto: wikipedia
Habib Muthahar yang merupakan paman Habib Umar Mutohar, ulama di Semarang, itu dikenal sebagai komponis musik Indonesia. Terutama kategori kebangsaaan dan anak-anak.
Untuk lagu anak-anak, ciptaan Habib Muthahar yang popular adalah berjudul Gembira, Tepuk Tangan Silang-Silang, Mari Tepuk, Slamatlah, Jangan Putus Asa, Saat Berpisah, dan Hymne Pramuka.
Habib Muthahar sangat nasionalis dan anti komunis (PKI). Ia pernah menjadi ajudan presiden. Karena itu ia diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut dia, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka
Masih menurut Wikipedia, pada tahun 1967, Habib Muthahar diangkat sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Presiden Soeharto meminta Habib Muthahar menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka.
Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




