Habib Husein Muthahar. foto: wikipedia
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peran besar kiai, ulama dan habaib dalam perang kemerdekaan Repubik Indonesia (RI) makin terang benderang dalam sejarah. Padahal jejak perjuangan para tokoh Islam itu hampir tereduksi dari sejarah Indonesia akibat manipulasi penulis sejarah yang tak jujur.
Nah, pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-75 ini, BANGSAONLINE.COM, mengangkat salah satu sisi penting dalam lembaran sejarah Indonesia. Yaitu seorang pencipta lagu kesohor yang berlatar belakang habib.
BACA JUGA:
- Harga Pangan Nasional di Penghujung Tahun 2025 Alami Penurunan, Bawang Merah dan Cabai Merosot
- Harga Pangan Nasional Hari Ini Fluktuatif: Bawang dan Cabai Merah Turun, Rawit Hijau Naik
- Rata-rata Harga Pangan Nasional Hari Ini Alami Lonjakan yang Cukup Signifikan
- Daftar Harga Lengkap Pangan Nasional Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025
Siapa lagi kalau bukan H Mutahar, pencipta lagu yang sangat popular: Mars Hari Merdeka dan Hymne Syukur. Hymne Syukur di-launching pada Januari 1945. Sedang Mars Hari Merdeka diperkenalkan ke publik pada 1946. Karya terakhir Habib Muthahar adalah Dirgahayu Indonesiaku. Lagu ini menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.
Sejak itu tahun 1945 dan 1946, terutama Mars Hari Merdeka dan Hymne Syukur, selalu menggema dalam acara-acara resmi kenegaraan RI, termasuk pada HUT Kemerdekaan. Sehingga kita – atau sebagian besar bangsa Indonesia – hafal lagu-lagu tersebut.
Memang, banyak orang mengira H Mutahar itu singkatan Haji Mutahar. Ternyata singkatan dari Habib Husein Muthahar. Jadi, Muthahar adalah marga sayyid dari Yaman.
Menurut Wikipedia, nama lengkap Habib Muthahar adalah Muhammad Hesein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916. Habib Muthahar wafat di Jakarta pada 9 Juni 2004 para usia 87 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




