Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) meminta penjelasan Kepala Bappelitda Herman TH Sianturi soal belum cairnya BLT JPS untuk warga terdampak pandemik Covid-19, Minggu (26/7) kemarin. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani berang karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) jilid II dan III untuk warga terdampak pandemik Covid-19 belum juga cair hingga akhir bulan Juli ini.
Padahal, seharusnya bulan Juli ini sudah pencairan BLT JPS terakhir atau jilid III setelah DPRD menetapan realokasi dan refocusing APBD 2020 sebesar 298 miliar untuk penanganan dampak pandemik Covid-19.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Digelar 26 Februari, Tempat Pelantikan Gus Yani-Bu Min Tunggu Hasil Rapat dengan Gubernur
- PDIP Gresik Gelar Tasyakuran Jelang Pelantikan Gus Yani - Bu Min 17 Februari Mendatang
"Dari total anggaran realokasi dan refocusing Rp 298 miliar itu, ada alokasi Rp 210 miliar untuk BLT JPS diperuntukkan bagi 116 ribu KPM (keluarga penerima manfaat) di 256 desa dan kelurahan di 18 kecamatan se Kabupaten Gresik. Anggaran BLT sebesar itu diperuntukkan tiga, yaitu bulan Mei, Juni dan Juli. Seharusnya, bulan Juli ini sudah klir, cair semua. Nyatanya baru BLT tahap I yang cair untuk bulan Mei," ungkap Fandi Akhmad Yani kepada BANGSAONLINE.com, Senin (27/7).
Menurut Gus Yani, BLT JPS sebesar Rp 600 ribu untuk masing-masing KPM itu bertujuan meringankan beban masyarakat di saat perekonomian mereka terseok akibat tampak pandemik Covid-19.
"Filosofi DPRD bantuan berupa tunai itu diberikan agar bisa membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat dan untuk meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian di desa-desa yang sedang lesu dampak Covid," jelasnya.
Karena itu, Gus Yani berharap pencairan BLT bisa tepat waktu. "Dari awal-awal marak Covid-19 sampai ada istilah new normal, pencairan BLT JPS Rp 600 ribu per bulan baru cair untuk satu bulan. Ini warga yang terdampak sudah kesal menunggu. Mengapa cairnya bisa molor hampir dua bulan? Warga yang terdampak pandemik Covid-19 harus menunggu sampai kapan? Kami sudah merumuskan bantuan itu, tapi Pemkab kerjanya lambat. Kami minta BLT yang masih sisa 2 bulan cepat dicairkan," pintanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




