Sabtu, 08 Mei 2021 21:02

Prospektif Diekspor, BHS Dorong Pengembangan Budidaya Kelor di Sidoarjo

Rabu, 15 Juli 2020 23:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Prospektif Diekspor, BHS Dorong Pengembangan Budidaya Kelor di Sidoarjo
BLUSUKAN: Bambang Haryo Soekartono (BHS) bertemu pembudidaya kelor, di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Jabon, Rabu (15/7). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo 2020 Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pengembangan budidaya tanaman kelor di Kota Delta. Sebab tanaman kelor berpeluang dan prospektif untuk diekspor ke luar negeri. 

Hal itu disampaikan BHS saat bertemu dengan beberapa petani pembudidaya tanaman kelor di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Rabu (15/7).

BHS sempat kaget begitu mendapat informasi ada warga yang menanam tanaman kelor di Sidoarjo. Dia lalu menemui warga tersebut dan bertukar pikiran soal tanaman kelor. "Saya kaget, ternyata di Sidoarjo ada budidaya kelor. Dan tentu ini perlu perhatian dari Pemerintah, jika saya diamanahi sebagai Bupati," ungkap politikus Partai Gerindra ini.

Kata BHS, ekspor daun kelor rata-rata per minggu bisa mencapai 40 ton. Jumlah ekspor tersebut baru memenuhi 20 persen permintaan ekspor daun kelor. Sehingga permintaan ekspor yang belum bisa dipenuhi masih 80 persen. "Bila saya diamanahi sebagai Bupati, (kelor) akan kita manfaatkan untuk ekspor," tandas BHS.

BACA JUGA : 

Dharma Lautan Utama Distribusikan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Lumajang

Beras Sidoarjo Kalah Bersaing, BHS Dorong Modernisasi Mesin Penggilingan

Cegah Kecelakaan Maut, BHS Minta Semua Perlintasan KA di Sidoarjo Dilengkapi Sirine

Jelang Lebaran, BHS Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga 11 Komoditas Pangan

Menurut BHS, daun kelor mengandung gizi yang tinggi. Katanya, daun kelor saat ini dibutuhkan oleh banyak negara. Bahkan Indonesia juga mengekspor daun kelor ke Amerika, Eropa, Jepang, dan Korea. BHS menegaskan, daun kelor mengandung gizi yang luar biasa. "Proteinnya juga besar. Kalsiumnya berlipat daripada pisang. Kalsium ini untuk mencegah supaya kita tidak kena jantung," ungkap alumnus ITS Surabaya ini.

Tak hanya itu, daun kelor, kata BHS, juga mengandung vitamin C yang jumlahnya 10 kali lipat dari jeruk. Sedangkan kandungan vitamin A-nya sekitar 17 kali lipat dari wortel. Dengan kandungan gizi yang luar biasa tersebut, BHS berharap pembudidayaan kelor bisa dikonsumsi oleh warga Sidoarjo sekaligus bisa diharapkan untuk komoditas ekspor.

Menurut BHS, adanya sejumlah petani yang telah menanam tanaman kelor dalam jumlah banyak, membuktikan tanaman kelor itu bisa hidup di lahan pertanian di Sidoarjo. Dia menegaskan, pembudidayaan tanaman kelor di Sidoarjo menjadi suatu peluang untuk bisa menyejahterakan masyarakat Sidoarjo.

Salah satu pembudidaya tanaman kelor, Ali Mas'at menjelaskan, kelor yang ditanamnya, masih sebatas untuk konsumsi warga di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Jabon. Tanaman tersebut diberikan secara cuma-cuma saat warga membutuhkan. "Awal mulanya, ya juga untuk pagar pembatas lahan," cetus Ali Mas'at saat dikunjungi BHS.

Dia menyebut, telah menanam kelor sejak beberapa tahun lalu di lahan seluas sekitar 1 hektare. Semula, ada sekitar 500 batang pohon kelor. Namun kini tinggal puluhan saja karena sudah ditebang. Sebab, dia menggunakan sebagian lahannya untuk bertanam cabe dan pepaya.

Kini setelah bertemu BHS, Ali Mas'at yang juga Kepala Madrasah Aliyah (MA) Khalid Bin Walid Porong ini mengaku mendapatkan motivasi untuk kembali mengembangkan tanaman kelor. Apalagi diperoleh informasi soal kelor yang cukup prospektik untuk bisa diekspor. 

"Insya Allah akan saya kembangkan lagi," tandas sosok yang baru saja lulus program Doktor Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Jabon, BHS juga bertemu petani budidaya rumput laut, di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang. Saat bertemu pembudidaya rumput laut, BHS disambati soal anjloknya permintaan rumput laut hingga 40 persen akibat pandemi Covid-19.

Salah satu pembudidaya rumput laut, Mustofa Bisri mengaku permintaan rumput laut menurun hingga 40 persen akibat Covid-19. Kondisi itu berjalan empat bulan belakangan ini.

"Kami terpaksa menggilir pengiriman dari 88 petani budidaya rumput laut. Sebab banyak pabrik tidak beroperasi sejak ada Covid-19," keluh Mustofa, yang juga ketua kelompok budidaya rumput laut, saat bertemu BHS.

Menanggapi itu, BHS menyatakan bakal mengajak industri hilir (pengolahan) rumput laut di Sidoarjo. Tujuannya agar petani tidak hanya menjual rumput laut secara mentah. 

"Nanti saya akan sowan ke Menteri Kelautan Perikanan yang baru, untuk kerja sama dalam mendukung budidaya runput laut ini. Pengembangan budidaya rumput laut untuk menambah gizi warga Sidoarjo serta menambah ekspor ke luar negeri," tandasnya. (sta/ian)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...