Rabu, 21 April 2021 04:56

SPBU ​Layani Penjualan BBM Bersubsidi ke Pengepul, Pertamina Diminta Bertindak Tegas

Minggu, 12 Juli 2020 19:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
SPBU ​Layani Penjualan BBM Bersubsidi ke Pengepul, Pertamina Diminta Bertindak Tegas
SPBU Mulung, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Pertamina diminta bertindak tegas pada sejumlah SPBU yang melayani penjualan BBM bersubsidi kepada pengepul.

Hal itu dikeluhkan oleh warga ketika mengisi premium di SPBU Mulung, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Minggu (12/7). Pada saat itu banyak pengepul turut membeli premium dengan menggunakan motor bertangki yang sudah bermodif.

Tak hanya sekali para pengepul itu beli, namun mereka bolak balik membeli premium. Akibatnya, premium yang semestinya untuk pemotor malah dibuat bancakan oleh para pengepul tersebut.

"Iya sekarang semakin banyak pengepul bensin. Sejak dibuka mulai 09.00 WIB hingga 13.00 WIB mereka (para pengepul) itu selalu membeli. Ya akhirnya masyarakat biasa tidak dapat membeli leluasa. Karena harus mengantre dulu jika mau beli, dan itu pun lama," beber Aang (26), warga Merakurak, Kabupaten Tuban saat ditemui BANGSAONLINE.com, Minggu (12/7).

BACA JUGA : 

Temui Ketua MUI Tuban, Sahid: ​Umara dan Ulama Harus Terus Bersinergi

TPPI Tuban Dukung Penuh Evakuasi 16 Nelayan yang Mengalami Laka Laut

Semakin Merajalela, Warga Minta Polisi Segera Tertibkan Balap Liar di Tuban

TPPI Tuban Kirim Puluhan Paket Sembako bagi Korban Bencana Badai di NTT dan NTB

Kata dia, praktik penjualan premium kepada pengepul ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, disinyalir sudah ada hubungan dan kerja sama dengan petugas SPBU. Karena praktik tersebut meresahkan, maka warga meminta agar Pertamina bertindak tegas kepada SPBU yang nakal.

"Anehnya lagi, di SPBU Merakurak ini selalu menjual premium pada pukul 09.00 WIB sampai siang. Dan setelah itu ditutup lagi. Ini kan aneh," ujar Aang.

Terkait adanya praktik tersebut, Manager Communication dan CSR Pertamina MOR V, Rustamaji menjelaskan, sesuai dengan sesuai UU Migas Nomor 22/2001 fungsi Pertamina adalah sebagai salah satu badan usaha. Sehingga, berhak sebagai operator dengan menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Untuk pelaksanaan pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha atau regulator adalah kewenangan pemerintah, termasuk unsur kepolisian dan pemerintah daerah. Jadi, kembali lagi perlunya pengawasan ya dari pihak Regulator atau Pemerintah," paparnya.

Sedangkan, untuk penjualan bensin eceran tersebut, Pertamina tidak dapat mengawasi. Baik dari segi aspek kualitas maupun kuantitas. Karena penjual bensin eceran jelas secara aspek safety-nya kurang memadai.

"Yang jelas BBM bersubsidi diperuntukkan masyarakat," tuturnya.

Mengenai adanya pembelian premium oleh pengepul, BANGSAONLINE.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak SPBU Merakurak, Kabupaten Tuban. (gun/ian)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...