Rabu, 30 September 2020 17:00

Polisi di Blitar Sita Bahan Pembuat Petasan, Rencananya akan Diledakkan Saat Hari Raya

Jumat, 22 Mei 2020 15:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Polisi di Blitar Sita Bahan Pembuat Petasan, Rencananya akan Diledakkan Saat Hari Raya
Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela menunjukkan barang bukti berupa bahan petasan yang diamankan.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi mengamankan ratusan gulung kertas mercon dan 1,25 kilogram bubuk pembuat petasan. Selain barang bukti tersebut, polisi juga mengamankan dua orang tersangka. Mereka masing-masing Saiful Anwar pembuat petasan, dan Hartoyo penjual bubuk petasan.

"Ada dua orang tersangka. Mereka masing-masing pembuat petasan dan penjual bahan peledak. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1,25 kilogram bahan peledak dan 145 buah gulungan kertas yang akan diisi bubuk petasan tersebut," ungkap Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (22/5/2020).

Dia menjelaskan, awalnya sekitar satu minggu yang lalu anggota unit Reskrim Polsek Srengat menerima informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, terdapat jual beli petasan dan pembuatan petasan yang dilakukan oleh seseorang.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata informasi tersebut benar. Kemudian pada hari Rabu 20 Mei, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku Saiful Anwar.

"Hasil pemeriksaan dari pelaku pertama membeli bahan petasan dari seorang penjual yang juga sudah berhasil kami amankan. Harganya Rp.220.000 per kilogram," imbuhnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku Saiful Anwar, dia membuat petasan tersebut bukan untuk dijual. Melainkan untuk diledakkan sendiri saat Hari Raya Idul Fitri. "Tidak daya jual pak, mau saya ledakkan sendiri saat hari raya," ujar Saiful Anwar.

AKBP Leonard menenegaskan, para pelaku melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951, di antaranya berbunyi barangsiapa memperoleh, memiliki, menyimpan bahan peledak berbahaya, diancam hukuman penjara minimal lima tahun penjara.

"Kedua tersangka paling tidak akan mendapatkan hukuman penjara minimal lima tahun penjara," tegasnya. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...