Sabtu, 31 Juli 2021 03:41

​Masjid Akbar Surabaya Akhirnya Boleh Gelar Takbiran dan Salat Idul Fitri

Sabtu, 16 Mei 2020 15:49 WIB
Editor: MMA
​Masjid Akbar Surabaya Akhirnya Boleh Gelar Takbiran dan Salat Idul Fitri
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya selama ini tampak lengang karena meliburkan salat Jumat dan kegiatan keagamaan yang bersifat massal lainnya akibat protokol kesehatan covid-19. foto: MMA/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya memperbolehkan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menggelar Tabiran dan Salat Idul Fitri 1441 H. Padahal selama ini masjid besar yang terletak di kawasan Gayungan Surabaya itu sempat meliburkan salat Jumat.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono membenarkan tentang bolehnya pelaksanaan takbir dan sholat Idul Fitri di Masjid Al Akbar Surabaya. Namun dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah diatur dan ditentukan persyaratan dan kesiapan masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

"Ini adalah melihat ada beberapa tokoh agama, kelompok agama yang menghadap ke Ibu Gubernur, dan kami mendapatkan beberapa masukan," kata Heru yang mantan bupati Tulungagung dua periode itu.

Selain masukan, kebijakan itu juga diambil setelah pihaknya memperhatikan Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020, tanggal 13 Mei 2020, tentang panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

BACA JUGA : 

Simpang Siur Info Syarat Vaksin untuk Bansos, Wagub Emil Terjun ke Lokasi Penyaluran

Gelar Semi Final Lomba Baca Teks Proklamasi, PKS Jatim Ajak Masyarakat Ingat Sejarah Kemerdekaan

Forkopimda Jatim Harap Pentahelix Bisa Bersinergi Wujudkan Herd Immunity di Jatim

Wartawan Pemprov Jatim Bagikan Daging Kurban ke Warga Terdampak Covid-19

Surat imbauan bernomor 551/7809/012/2020 yang berisi tentang aturan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri sempat beredar melalui media sosial, Jumat (15/5/2020). Surat tersebut ditandatangani oleh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono.

"Salat Idul Fitri, Takbir, Tahmid, Tasbih serta aktivitas ibadah lainnya sebagai ibadah di Bulan Ramadhan boleh dilaksanakan secara berjamaah dengan tetap melaksanakan protokol dan mencegah mencegah terjadinya penularan," bunyi kalimat dalam surat tersebut.

Meski memperbolehkan masjid menggelar salat berjemaah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri nanti, Heru mengatakan ada beberapa protokol yang harus diterapkan pengelola masjid. Pertama, pengaturan alur masuk masjid. Lalu saf salat yang akan diberi jarak 1-2 meter. Deretan jemaah saat salat pun akan diatur zigzag, agar lebih renggang.

"Contohnya Masjid Al Akbar, jadi mulai masuk sudah dipisah, antrenya diarahkan, setelah itu jaraknya 1-2 meter. Saya sudah diskusi dengan ahli ini nanti akan kita ubah shafnya menjadi zigzag," kata Heru.

Kemudian, alas kaki atau sendal para jemaah juga harus dibawa masuk ke dalam masjid dengan kantong kresek. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan jemaah saat mengambil sendal usai salat.

"Sandal tidak boleh tinggal di luar, harus dibawa masuk karena proses pengambilan pada saat selesai salat itulah yang mulai berjubel. Jadi kita sudah siapkan kreseknya, sandalnya dibawa masuk, pulangnya juga diarahkan ada pembatasnya, jadi langsung pulang," jelasnya.

Heru mengatakan pemberian jarak juga dilakukan di tempat wudu. Jika biasanya jemaah berjejer, maka kini dibatasi antara pancuran satu dengan yang lain. Hal itu untuk menghindari percikan air.

Pihaknya juga meminta agar imam masjid mempersingkat waktu bacaan salat dan memperpendek khotbah agar tak memakan waktu yang lama. "Terus khotbahnya juga tidak boleh terlalu panjang, jadi itulah yang harus dilakukan," katanya.

Selain itu, protokol kesehatan lainnya seperti pemakaian masker, cuci tangan, pengecekan suhu badan juga harus tetap dilakukan. Heru mengungkapkan surat itu sendiri sementara ini ditujukan kepada Masjid Al Akbar Surabaya.

Sedang untuk masjid lainnya ia menyerahkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Yang pasti protokol yang diterapkan harus sama seperti yang sudah dibuat Pemprov Jatim. "Itulah, karena bagaimana pun juga kalau saya ngelarang salat terus dosa saya tambah banyak. Kalau masjid di daerah saya serahkan ke kabupaten/kota masing-masing, tapi protokolnya seperti ini," katanya. (tim)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...