Jumat, 10 Juli 2020 22:48

129 Santri Tebuireng Diterima PTN, Mayoritas Siswa Madrasah Aliyah, Gus KIkin: Alhamdulillah

Sabtu, 09 Mei 2020 12:56 WIB
Editor: MMA
129 Santri Tebuireng Diterima PTN, Mayoritas Siswa Madrasah Aliyah, Gus KIkin: Alhamdulillah
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). foto: Tebuireng Online

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan benar-benar berubah luar biasa. Jika pada tahun 70-an dan 80-an, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) banyak didominasi lulusan lembaga pendidikan umum luar pesantren, terutama SMA Negeri, kini era benar-benar berubah.

Pada era informasi digital ini lulusan pesantren banyak diterima di PTN. Bahkan di berbagai perguruan tinggi favorit luar negeri. Lebih hebat lagi, yang dominan diterima di PTN itu justru lulusan Madrasah Aliyah, bukan SMA.

Paling tidak, ini bisa dilihat pada tren santri lulusan Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, yaitu pesantren yang didirikan Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari. Sebanyak 129 santri Tebuireng diterima di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

“Alhamdulillah,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pesantren Tebuireng, yang akrab dipanggil Gus Kikin kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (7/5/2020) malam. 

Dari data BANGSAONLINE.com yang diterima dari Gus Kikin, para santri pesantren Tebuireng itu diterima di berbagai PTN di seluruh nusantara. Antara lain: Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya dan berbagai daerah lainnya.

Yang luar biasa, dari data itu terungkap bahwa santri yang paling banyak diterima di PTN justru lulusan Madrasah Aliyah Salafiah Syafiiyah. Dari 239 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Tebuireng, sebanyak 82 siswa (34 persen) diterima di PTN. Riciannya: 24 diterima di SNMPTN dan 58 siswa diterima di SPAN-PTKIN.

Kemudian disusul SMA A Wahid Hasyim. Dari 244 siswa kelas XII SMA A Wahid Hasyim, sebanyak 34 siswa (14 persen) diterima di PTN. Rinciannya: 22 siswa diterima di SNMPTN dan 12 siswa diterima di SPAN-PTKIN.

Terakhir SMA Trensains. Dari 84 siswa kelas XII SMA Trensains, sebanyak 13 siswa (16 persen) diterima di PTN. Rinciannya: 4 siswa diterima di SNMPTN, 4 siswa diterima di PMDK dan 5 siswa di SPAN-PTKIN.

Jadi, dari jumlah total siswa kelas XII (Madrasah Aliyah, SMA A Wahid Hasyim dan SMA Trensain) sebanyak 567 siswa, sebanyak 129 siswa diterima di PTN. Berarti 23 persen yang diterima di PTN.

Yang belum terdata, jumlah santri Pesantren Tebuireng yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Dari pantauan BANGSAONLINE.com, ada beberapa santri Tebuireng, terutama dari Madrasah Aliyah yang mendaftar ke PT di luar negeri.

"Saya daftar di Universitas Al-Azhar," kata seorang siswa Madrasah Aliyah Tebuireng kepada BANGSAONLINE.com di Pesantren Tebuireng beberapa hari yang lalu. Unviersitas Al-Azhar adalah perguruan tinggi populer di Mesir.

Namun, tentu saja data ini belum final. Sebab masih akan ada tes masuk PTN lagi. Yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang pendaftarannya pada bulan Juni, sedang pelaksanaan tesnya pada bulan Juli, di samping seleksi mandiri. (MMA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...