Gubernur Jawa Timur Khofiffah Indar Parawansa. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jawa Timur minggu ini melakukan kerja ekstra keras untuk menyiapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim. Saat ini realisasi mewujudkan rumah sakit darurat itu tengah dikebut dan ditarget selesei dalam pekan ini.
Gubernur Khofifah mengatakan, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim akan didirikan dengan memanfaatkan fasilitas pinjam pakai gedung Puslitbang Humaniora Kementerian Kesehatan yang berada di Surabaya. Khofifah sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan RI. Pada tahap pertama, rumah sakit darurat ini akan mampu menampung pasien hingga 200 orang.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
"Di rumah sakit darurat ini kita siapkan untuk menambah kapasitas rumah sakit layanan khusus covid-19. Kalau pasien terkonfirmasi positif kan ada gejala klinisnya ringan sedang atau berat. Di rumah sakit darurat ini nantinya akan diutamakan bagi yang gejala klinisnya ringan sampai sedang," ucap khofifah panggilan gubernur perempuan pertama Jatim ini.
Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang memiliki gejala klinis yang berat, maka mereka akan dibawa ke rumah sakit rujukan utama penanganan covid-19 yaitu di RSUD dr Soetomo dan juga RS Universitas Airlangga atau RS Syaiful Anwar Malang.
Sebab jika pasien terkonfirmasi covid-19, dan gejala klinisnya berat maka mereka tentunya membutuhkan perawatan dengan peralatan medis yang lengkap sehingga harus dirawat di rumah sakit yang memiliki peralatan medis serta dokter spesialis yang sangat lengkap pula.
"Kalau pasien terkonfirmasi positif yang gejala klinisnya berat biasanya karena ada komorbid atau penyakit penyerta. Misalnya pasien juga memiliki keluhan sakit jantung, hipertensi dan sejenisnya, maka RSUD dr Soetomo dan RSUA serta RSSA menjadi rujukan utama. Tapi kalau positif namun klinisnya ringan hingga sedang dan tidak tertampung di RS rujukan utama maka kita akan siapkan layanan di sini (Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim)," tegas Khofifah, sapaan akrab gubernur.
Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim yang berlokasi di Gedung Puslitbang Humaniora di Jalan Indrapura Surabaya ini rencananya akan bisa menampung 200 pasien.
Saat ini bed di puslitbang tersebut sudah tersedia sehingga tinggal dibutuhkan untuk perbaikan sarana dan prasana rumah sakit agar sesuai dengan kelayakan dan protokol kesehatan di tengah pandemi.
Kini Gotong Royong Berskala Besar tengah dilakukan untuk mendorong percepatan realisasi rumah sakit darurat ini. Mulai perbaikan perlengkapan dan sarana prasarana. Untuk perbaikan konstruksi, sudah dua hari ini dilakukan perbaikan oleh Dinas PU Bina Marga Jatim. Termasuk membenarkan AC drainase dan keperluan yang lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




