Sabtu, 15 Agustus 2020 15:35

Nekat Beroperasi di saat Pandemi Corona, Cak Thoriq dan Bunda Indah Segel Koperasi Abal-abal

Senin, 20 April 2020 21:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Imron Ghozali
Nekat Beroperasi di saat Pandemi Corona, Cak Thoriq dan Bunda Indah Segel Koperasi Abal-abal
Bupati Lumajang melihat administrasi salah satu koperasi yang dinilai abal-abal.

LUMAJANG BANGSAINLINE.com - Puluhan Koperasi yang dinilai tidak mengantongi izin alias abal-abal disegel oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Senin (20/04). Puluhan koperasi itu ditutup juga lantaran nekat beroperasi di saat pandemi Covid-19. Dan tidak memberikan keringanan kepada para nasabah.

Pantauan di lokasi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan inpeksi mendadak (sidak) puluhan koperasi di lokasi berbeda. Dalam sidak itu, para pimpinan mendapati puluhan koperasi tidak menerapkan kaidah sesuai dengan Undang-Undang Perkoperasian.

Bupati menjelaskan, bahwa ia mendapatkan 11 data koperasi yang tidak menjalankan sesuai dengan aturan dan terindikasi melanggar Undang-Undang. "Tidak sesuai dengan aturan, tidak memiliki izin cabang pembantu, ada yang tidak memiliki izin, ada yang tidak melakukan RAT, ada yang daftar keanggotaan koperasi yang tidak ada, ini yang kami tertibkan," tegas Bupati.

Saat sidak tersebut, Bupati juga mendapati koperasi yang tidak memiliki izin cabang pembantu. Bahkan salah satu koperasi simpan pinjam di Jl. Imam Bonjol, Klojen, didapati tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama 6 tahun.

Padahal, apabila tiga tahun berturut-turut tidak melaporkan RAT ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten/kota akan diberikan sanksi berupa pembubaran dan pencabutan izin. “Pilihannya dua, peringatan ketiga sekaligus warning betul, atau langsung ditutup,” tegas Cak Thoriq.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memberantas rentenir di Lumajang. Bahkan ia telah menginstruksikan kepada para kepala desa agar menindak para rentenir berkedok koperasi yang melakukan kegiatan peminjaman uang di desa-desa yang tidak sesuai dengan aturan.

“Saya minta masyarakat bersama pemerintah memberantas rentenir, bank titil, bank harian dan bank mingguan. Saya juga meminta kepada Kepala Desa untuk melakukan penertiban kepada rentenir yang keliling ke desa yang melakukan pengelolaan peminjaman uang yang tidak sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati juga mendapati beberapa koperasi abal-abal nekat tetap beroperasi di saat kondisi para nasabah terpuruk akibat pandemi Corona. Mengetahui kondisi tersebut, Bunda Indah menyegel salah satu koperasi di daerah di Perumahan Surya Asri Wonorejo.

"Ditutup, tidak boleh beroperasi lagi. Kalau tetap beroperasi, saya laporkan ke pihak yang berwajib. Sampaikan ke pimpinannya, bahwa ini bukan koperasi. Ini rentenir dan tidak berizin," tegas Bunda sembari memasang sticker bertuliskan “Koperasi ini ditutup”.

Bunda Indah juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pinjam ke KSU yang tidak berizin. Dinas koperasi, sudah membuka pinjaman modal tanpa bunga. Tanpa jaminan. "Dinas koperasi Kabupaten Lumajang membuka pinjaman kepada usaha kecil seperti mlijo. Tanpa bunga. Tanpa jaminan," pungkasnya. (ron/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...