Salah satu pengunjung cafe menutup mata saat petugas mengambil sampel darah untuk dilakukan rapid test.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur bergerak bersama TNI-Polri melakukan patroli skala besar di titik-titik keramaian Kota Surabaya yang menjadi daerah tertinggi angka kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.
Senin (13/4) malam, Gugus Tugas bersama TNI-Polri menyisir empat cafe di Kota Surabaya yang masih banyak didatangi pengunjung, khususnya usia muda. Tak hanya melakukan penyisiran dan melakukan sosialisasi persuasif, namun patroli kali ini juga disertai dengan penindakan rapid test on the spot (tes cepat di lokasi).
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
Seluruh pengunjung cafe yang didatangi Tim gabungan Gugus Tugas dan TNI-Polri tersebut diwajibkan untuk menjalani rapid test covid-19. Petugas kesehatan yang lengkap berseragam APD sudah menyiapkan seperangkat alat untuk mengambil sampel darah mereka yang terjaring nongkrong di cafe.

“Langkah patroli berskala besar ini merupakan hasil dari rapat koordinasi kami bersama Bapak Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, bagaimana melakukan upaya preventif dan promotif pencegahan penyebaran Covid-19 secara masif dan intensif,” ucap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Pasalnya, dalam dua hari terakhir ini, penambahan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya sangat signifikan. Di mana dalam sehari, pada tanggal 12 April 2020, pertambahan kasus positif Covid-19 di Surabaya mencapai 83 orang. Yang kemudian berlanjut keesokan harinya, 13 April 2020, pertambahan kasus positif covid-19 di Surabaya mencapai 28 orang.
Total, angka kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya sudah menyentuh angka 208 orang. Sementara PDP tercatat 523 orang . Menurut Gubernur Khofifah angka tersebut tidak bisa dianggap remeh.
“Maka kami bekerja sama dengan TNI-Polri khususnya dalam hal ini Polrestabes Kota Surabaya, bergerak melakukan sosialisasi dan juga upaya penindakan rapid test pada masyarakat yang masih nekat nongkrong, atau sekadar keluar rumah bukan alasan yang sangat urgen,” tambah mantan Menteri Sosial ini.
Lebih lanjut, empat lokasi cafe yang menjadi titik sasaran patroli berskala besar tim gabungan ini ada di cafe kawasan Wonokromo, Ngagel, Penjaringan Sari, dan juga di kawasan Citraland.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




