Pembangunan di Kabupaten Kediri Menunjukkan Tren Positif

Pembangunan di Kabupaten Kediri Menunjukkan Tren Positif Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, saat memberi sambutan. (foto: kominfo)

Kepala Bappeda Kab. Kediri Sukadi, S.E., M.M.. menyampaikan, indeks pembangunan manusia di Kabupaten Kediri selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan, dari semula 70,47% di tahun 2017, meningkat menjadi 71,07% pada tahun 2018, kemudian pada tahun 2019 menjadi 71,85%.

"Angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kediri selama 3 tahun terakhir menunjukkan tren positif. Untuk harapan lama sekolah tahun 2017 sebesar 12,86, kemudian pada tahun 2018 sebesar 12,87, dan pada tahun 2019 menjadi 12,88 tahun. Sementara itu untuk rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kediri tahun 2017 sebesar 7,65, pada tahun 2018 sebesar 7,68, dan pada tahun 2019 menjadi 8,01 tahun," terangnya.

Menurut Sukadi, dari segi pertumbuhan ekonomi mengalami kondisi yang fluktuatif. Secara garis besar pertumbuhan ekonomi Kab. Kediri masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03.

Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Timur, lanjut Sukadi, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kediri mengalami penurunan dari 191 ribu jiwa pada tahun 2017 menjadi sebesar 177 ribu jiwa di tahun 2018 dan tahun 2019 menjadi 163 ribu jiwa atau 10,42%. Ada perubahan sebesar 0,89% dibanding tahun 2018.

Begitu juga dari tingkat pengangguran juga menunjukankan tren positif. Melalui program kegiatan job fair mampu menurunkan angka pengangguran mencapai 3,68% pada tahun 2019 bila dibandingkan tahun 2018 yaitu 4,25%.

"Keberhasilan pembangunan Kab. Kediri di tahun 2019 antara lain terbangunnya jalan Kab. Kediri sepanjang ± 50 Km yang tersebar di seluruh kecamatan, serta meningkatnya kualitas jalan Kab. Kediri sepanjang ± 102 Km yang tersebar di seluruh kecamatan. Serta peningkatan akses sanitasi dan air minum program pamsimas sejumlah 58 desa sasaran dari total 343 desa di Kabupaten Kediri," urai Sukadi.

Selain itu, masih menurut Sukadi, peningkatan kapasitas kelembagaan, pemeliharaan insfrastruktur irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian melalui program IPDMI. Pembangunan RSUD Simpang Lima Gumul, rehab puskesmas dan pustu, di mana pada tahun 2019 telah merehab sebanyak 11 puskesmas dan pustu. Pembangunan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan akses pangan masyarakat, revitalisasi pasar Tiron dan Bendo, pemanfaatan Galeri Sentra Industri Kreatif (SIK) Papar sebagai pusat oleh-oleh dan edukasi, yang terakhir pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yaitu RTH Papar dan Totok Kerot. (adv/kominfo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO