Sabtu, 19 Juni 2021 19:54

Tafsir Al-Isra 81: Sekolah di MI = Beli Satu Dapat Dua

Minggu, 01 Maret 2020 02:30 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra 81: Sekolah di MI = Beli Satu Dapat Dua
Ilustrasi suasana pendidikan di madrasah diniyah.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqan

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.


BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Hari Pendidikan Nasional, KPI Mengadakan iFEST dan Launching Kuanta

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

TAFSIR AKTUAL

Hari ini, pemerintah masih diam dan tidak merasa melihat apa-apa. Ini sengaja menutup mata atau pura-pura buta? Lihatlah di kampung-kampung, khususnya di Jawa. Beberapa SDN sepi, sepi sekali. Siswa baru dan murid di kelas yang ada amatlah sedikit. Hampir rata, jumlah murid cuma empat, enam, dan itu pun hasil pembelian, diiming-iming seragam, tas, sepatu gratis. Sementara Madrasah Ibtidaiyah (MI) gemuk-gemuk.

Salah satu sebabnya adalah kesadaran masyarakat terhadap pendidikan agama yang makin kuat. Penulis mendengar sendiri, mengapa umat Islam lebih memilih menyekolahkan anaknya ke MI atau di SD swasta plus yang banyak materi agama dan pengajaran al-qur'annya, bukan di SD negeri?

Salah satu jawabannya adalah: "Kalau sekolah di MI, maka ibarat Beli Satu dapat Dua. Buy One Get One Free. Tapi kalau sekolah di SD, beli satu cuma dapat satu".

Anak MI bisa menjawab Ujian Nasional dengan bagus, sehingga tamatannya bisa lebih leluasa memilih melanjutkan ke sekolah mana. Mau ke SMP, bisa, apalagi ke Tsanawiyah. Sementara tamatan SD hanya bisa ke SMP dan berat sekali melanjutkan ke Tsanawiyah, apalagi Tsanawiyah pondok pesantren. Andai di tengah jalan orang tuanya meninggal, maka anak MI-lah yang lebih punya modal, punya kesadaran religius untuk kirim doa magfirah bagi orang tuanya di alam sono.

Kebanyakan Madrasah Ibtidaiyah memikul beban biaya yang banyak, kurang tenaga pengajar dan sebagainya, sementara guru-guru di SD banyak "nganggur" dan bergajian banyak.

Baiknya, Dinas terkait bersikap cerdas dan mengambil kebijakan luwes, seperti merger atau guru-guru itu diperbantukan atau lainnya. Jangan terus membiarkan keadaan berlarut begini. Lagi-lagi, pemerintah terlambat menyikapi keadaan.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...