Jumat, 10 Juli 2020 00:52

Tafsir Al-Isra 81: Sekolah di MI = Beli Satu Dapat Dua

Minggu, 01 Maret 2020 02:30 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra 81: Sekolah di MI = Beli Satu Dapat Dua
Ilustrasi suasana pendidikan di madrasah diniyah.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqan

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.


TAFSIR AKTUAL

Hari ini, pemerintah masih diam dan tidak merasa melihat apa-apa. Ini sengaja menutup mata atau pura-pura buta? Lihatlah di kampung-kampung, khususnya di Jawa. Beberapa SDN sepi, sepi sekali. Siswa baru dan murid di kelas yang ada amatlah sedikit. Hampir rata, jumlah murid cuma empat, enam, dan itu pun hasil pembelian, diiming-iming seragam, tas, sepatu gratis. Sementara Madrasah Ibtidaiyah (MI) gemuk-gemuk.

Salah satu sebabnya adalah kesadaran masyarakat terhadap pendidikan agama yang makin kuat. Penulis mendengar sendiri, mengapa umat Islam lebih memilih menyekolahkan anaknya ke MI atau di SD swasta plus yang banyak materi agama dan pengajaran al-qur'annya, bukan di SD negeri?

Salah satu jawabannya adalah: "Kalau sekolah di MI, maka ibarat Beli Satu dapat Dua. Buy One Get One Free. Tapi kalau sekolah di SD, beli satu cuma dapat satu".

Anak MI bisa menjawab Ujian Nasional dengan bagus, sehingga tamatannya bisa lebih leluasa memilih melanjutkan ke sekolah mana. Mau ke SMP, bisa, apalagi ke Tsanawiyah. Sementara tamatan SD hanya bisa ke SMP dan berat sekali melanjutkan ke Tsanawiyah, apalagi Tsanawiyah pondok pesantren. Andai di tengah jalan orang tuanya meninggal, maka anak MI-lah yang lebih punya modal, punya kesadaran religius untuk kirim doa magfirah bagi orang tuanya di alam sono.

Kebanyakan Madrasah Ibtidaiyah memikul beban biaya yang banyak, kurang tenaga pengajar dan sebagainya, sementara guru-guru di SD banyak "nganggur" dan bergajian banyak.

Baiknya, Dinas terkait bersikap cerdas dan mengambil kebijakan luwes, seperti merger atau guru-guru itu diperbantukan atau lainnya. Jangan terus membiarkan keadaan berlarut begini. Lagi-lagi, pemerintah terlambat menyikapi keadaan.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...