Selasa, 14 Juli 2020 16:21

Buntut Pencabulan Santriwati, ​Ponpes Safinda Kediri Bakal Ditutup Kemenag

Selasa, 04 Februari 2020 22:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Buntut Pencabulan Santriwati, ​Ponpes Safinda Kediri Bakal Ditutup Kemenag
Kepala Kantor Kemenang Kabupaten Kediri, Zuhri. foto: ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ponpes Safinatul Huda (Safinda) di Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, bakal ditutup. Hal ini menyusul kasus pencabulan yang dilakukan oleh Mohammad Nukan, pemilik sekaligus pengasuh ponpes, terhadap santriwatinya.

Kepala Kantor Kemenang Kabupaten Kediri Zuhri, saat ditemui usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (Hearing) di Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (4/2), membenarkan akan ditutupnya Pondok Safinda di Plemahan itu. Menurut Zuhri, pihaknya sudah mengirim surat penutupan terhadap Pondok Pesantren di Plemahan yang pengasuhnya terlibat kasus pencabulan terhadap santriwatinya.

"Memang benar izin awal pendirian pondok tersebut yang memberikan adalah Kementerian Agama. Saat ini surat perintah penutupan pondok sudah saya kirim ke Jakarta, karena sesuai Undang-Undang, sekarang yang berhak menutup itu Pusat," kata Zuhri.

Masih menurut Zuhri, saat ini sudah diberitahukan ke pihak Kepolisian terkait dengan penutupan pondok itu. "Kami mengimbau agar masyarakat menjaga ketenteraman dan jangan berbuat anarkis seperti merusak bangunan atau fasilitas lain karena yang salah itu adalah orangnya. Dan orangnya saat ini sudah ditangani polisi," tambah Zuhri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mohammad Nukan (38), oknum Ustadz Pengasuh Ponpes Safinatul Huda (Safinda) di Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, harus berurusan dengan Polisi.

Ia mencabuli santrinya sendiri NA (12), yang masih duduk di kelas 6 SD. NA adalah warga Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono saat menggelar jumpa Pers di Mapolres Kediri menjelaskan bahwa pelaku telah menyetubuhi dan melakukan perbuatan cabul sejak korban duduk di kelas 3 SD hingga kelas 6 SD.

Pelaku akan dikenai Pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D jo pasal 81 ayat (3) subs pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perllndungan Anak.

"Sesuai Pasal 82, bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)," terang kapolres.

Sedangkan Ketua Forum Masyarakat Dan Santri (Formasi) Kabupaten Kediri, KH. Basori Alwi mengatakan bahwa MN adalah eks HTI dan sejak awal datang sudah tidak disukai tetangganya. Dia ingin menghilangkan jejaknya sebagai eks HTI, bergaul dengan orang NU dan sahabat Ansor khususnya di Plemahan.

"Dengan kejadian memalukan seperti ini, saya minta agar pondok itu ditutup saja," tandas Gus Basori yang juga pengasuh Ponpes Roudhotul Ibaad Plemahan, Kabupaten Kediri itu. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...