Para Mahasiswa Tuban saat demo di depan DPRD setempat.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Tuban, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD kabupaten setempat, Senin (16/12).
Dalam aksinya, massa mahasiswa menuntut agar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dibubarkan. Menurut mereka, sistem jaminan kesehatan yang diselenggarakan BPJS bermasalah. Selain pengelolaan anggarannya yang terus mengalami defisit tiap tahun, keberadaan BPJS juga berorentasi pada keuntungan.
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
"Saya minta DPRD yang menjadi wakil kami agar satu suara dengan kami, bubarkan BPJS," kata ketua aksi Yayang Heldi Julia.
Secara konsepsi operasional BPJS telah gagal menjamin hak-hak rakyat atas jaminan kesehatan sebagaimana yang sudah diatur dalam konstitusi UUD. Hal ini dibuktikan dengan adanya iuran wajib yang dianggap membebani masyarakat.
"Banyak hal yang menjadi indikator bahwa BPJS ini gagal dan tidak bisa menjamin hak masyarakat, salah satunya adanya birokrasi pelayanan yang berbelit-belit dan prinsip gotong royong yang termanipulasi," ungkapnya.
Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar pemerintah pusat melakukan audit menyeluruh terhadap rekanan BPJS. Hal ini bertujuan untuk membuka transparansi pengelolaan keuangan kepada publik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




