Kembangkan Transportasi Air, Pemkot Surabaya Studi Banding ke Bangkok

Kembangkan Transportasi Air, Pemkot Surabaya Studi Banding ke Bangkok Rombongan Pemkot Surabaya bersama para awak media saat foto bersama dengan latar belakang Vihara Wat Arun.

Usai menikmati sedikit adrenalin saat sang juru mudi memacu kapalnya, serta memberi makan ikan patin yang dikenal sakral itu, rombongan kemudian bergeser menuju sebuah sungai buatan bernama Khlong Phadung Krung Kasem. Sungai buatan atau kanal ini mulai digali pada tahun 1851 selama masa pemerintahan Raja Rama IV.

Kanal Phadung Krung Kasem tampak seperti parit besar sebagai perbatasan tidak resmi di Bangkok. Kanal yang dibuat untuk kebutuhan perluasan ibu kota ini, membentang sepanjang 5,5 kilometer. Start dari Chareon Krung Road, melewati Khlong Mahanak, dan berakhir di Sungai Chao Praya dekat jembatan Rama VIII.

(Dermaga yang berada di beberapa titik penjemputan penumpang di Kanal Phadung Krung Kasem)

Kanal (Khlong) Phadung Krung Kasem ini sekilas mirip dengan Sungai (Kali) Mas yang ada di Kota Surabaya. Dengan memiliki kedalaman sama seperti Kali Mas yakni kira-kira 2-3 meter, kanal ini juga dilengkapi dengan dermaga di beberapa titik yang dipakai untuk naik turun penumpang.

(Rombongan bersama para awak media saat menyusuri Kanal Phadung Krung Kasem)

M Fikser mengatakan bahwa melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mempersiapkan Kali Mas untuk menjadi salah satu sarana transportasi mulai daerah Perak menuju ke tengah kota.

Ia mengakui ada kendala yang dihadapi Surabaya dalam mengembangkan transportasi air Kali Mas adalah beberapa jembatan lama peninggalan zaman kolonial Belanda. Beda kondisinya saat menyusuri kanal Phadung Krung Kasem yang hampir tidak ditemui jembatan.

"Di Kali Mas ada Jembatan Peneleh yang memiliki nilai sejarah tinggi. Kemudian antara DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya juga ada Jembatan Yos Sudarso," akuinya.

Fikser juga menegaskan bahwa dalam mengembangkan transportasi air di Surabaya tidak harus seperti Bangkok. Pengelolaan transportasinya disesuaikan dengan kondisi yang ada di Surabaya.

"Kali Mas itu memiliki keunggulan saat kita menyusurinya, ada bunga-bunga di taman, pemandangan lampu lampion, serta gedung-gedung tinggi yang memancarkan warna di malam hari," sebutnya.

Kemudian ada Gedung Negara Grahadi yang tampak pada bagian belakangnya dengan struktur bangunan yang masih bercita rasa zaman kolonial. Juga perkampungan kuno, salah satunya yakni Kampung Peneleh yang baru diresmikan oleh menjadi salah satu destinasi wisata heritage.

Menurut Fikser, keberhasilan negara Thailand di bidang pariwisatanya adalah kuncinya terletak pada packaging (pengemasan). Thailand atau Bangkok sadar betul kekuatannya d bidang pariwisata, maka bidang tersebut dikuatkan sehingga bisa menjadi sumber pendapatan utama negara

Ia juga melihat dari sisi SDM yakni masyarakat Bangkok itu sendiri. Mereka sangat humble dan terbuka terhadap pendatang, dalam hal ini para wisatawan. Menurutnya, harus ada edukasi untuk merubah perilaku dari SDM/warga/masyarakat yang berinteraksi langsung dengan para wisatawan.

"Ini yang selalu ditekankan oleh Bu Risma. Kalau kota ini bagus orang (wisatawan) itu datang ke Surabaya, kita bisa menjadi tuan rumah yang baik," tegasnya. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO