Minggu, 17 November 2019 12:49

Peringati Maulid Nabi, Khofifah Ajak Teladani 4 Sifat Rasulullah Hadapi Era Post-Truth dan Disrupsi

Sabtu, 09 November 2019 09:10 WIB
Editor: Tim
Peringati Maulid Nabi, Khofifah Ajak Teladani 4 Sifat Rasulullah Hadapi Era Post-Truth dan Disrupsi
Gubernur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat Rasulullah Muhammad SAW di era post truth dan disrupsi seperti saat ini. Menurut Khofifah, empat sifat teladan umat muslim itu akan mampu menangkal dampak negatif dan memperbaiki komunikasi di era pasca kebenaran dan disrupsi.

"Jika Rasulullah memiliki sifat ash shiddiq (benar) maka pada era postruth mencari kebenaran sejati harus dilakukan lebih serius mengingat eranya penuh hoax (kebohongan)," pesan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, dalam memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 12 Robiul Awwal, dan jatuh pada Sabtu (9/11).

"Jika Rasulullah hadir untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia (akhlaqul karimah) maka hari ini eranya disrupsi (nilai-nilai tercabut dari akarnya)," ia melanjutkan.

Begitu juga sifat Nabi Muhammad tabligh (menyampaikan), fathonah (cerdas), dan amanah (dapat dipercaya). Sifat Nabi Muhammad SAW ini harus menyatu diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Yakni dengan cara menyampaikan yang benar, dan juga cerdas dalam menerima dan menyaring informasi yang ada.

Oleh karenanya, pekerjaan rumah seluruh warga bangsa saat ini adalah membangun karakter bangsa dan melakukan revolusi mental. Dan momentum kelahiran Nabi Muhammad merupakan momentum yang tepat untuk menyempurnakannya.

"Bersama-sama mari kita mencari format komunikasi yang paling tepat di era posttruth dan disrupsi ini. Hal ini penting, karena semakin banyak orang yang tidak tahu harus berpegang kebenaran pada apa dan siapa," tutur mantan Menteri Sosial ini.

Begitu pula dengan membangun harmoni diantara keberagaman yang tentunya membutuhkan sikap toleran dan moderat. Keteladanan bisa diambil dari Nabi Muhammad saat memimpin kota Yatsrib (saat ini Madinatul Munawwarah). Di tengah masyarakat Madinah yang sangat beragam, baik agana, strata sosial dan ekonomi serta suku Rasulullah mampu membangun harmoni yang kuat di antara keberagaman.

"Melalui piagam Madinah, masing-masing golongan dengan perwakilannya mengikatkan diri untuk saling nelindungi dan memenuhi hak- haknya sehingga mereka hidup penuh harmoni dalam perbedaan," sambung wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Menurutnya memasuki revolusi industri 4.0 keterampilan yang harus dimiliki masyarakat yaitu complex problem solving. Di mana, keterampilan ini dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di dunia maya, tapi tidak ditemui di lapangan.

Terakhir, di bulan Robiul Awwal yang penuh berkah ini, Khofifah mengajak warga Jawa Timur untuk memperbanyak sholawat. Dengan harapan, sholawat akan menjadi penolong di hari akhir nanti.

"Saya mengajak masyarakat Jawa Timur memperbanyak membaca sholawat nabi khususnya pada bulan robiul awwal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW , semoga kita mendapat syafaat beliau di hari akhir nanti. Amin," harapnya. (tim)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...