Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima Menteri Australia Barat, Peter Tinley di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/11). foto: Istimewa/ BANGSAONLINE.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan vokasi di berbagai lembaga pendidikan di Jawa Timur. Sebagai upaya pengembangan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan kerja sama pendidikan vokasi kepada Pemerintah Australia Barat.
“Pendidikan vokasi kebutuhannya sangat besar di Jatim. Tahun depan kerja sama provinsi Jawa Timur dengan Australia Barat telah berusia 30 tahun. Apa yang bisa kita perbarui kerja sama akan kita lakukan, khususnya pendidikan, pariwisata dan perdagangan,” ujar Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim saat menerima Menteri Australia Barat, Peter Tinley di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/11).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini

Saat ini, jelas Gubernur Khofifah, Jatim sedang fokus terhadap pendidikan vokasi, utamanya SMK. Melalui pendidikan vokasi tersebut, diharapkan dapat membentuk keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Sekarang sudah keluar Keputusan Presiden tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari - Malang. KEK ini khususnya di bidang digital IT dan pariwisata. Kita berharap akan ada kemungkinan kerja sama tidak sekedar SMK, tetapi juga setelah mereka lulus SMK bisa mendapatkan penguatan skill khususnya melalui skema working holiday visa yang bisa kerja magang sampai 2 tahun di perusahaan di Australia sesuai bidang masing- masing terutama sektor maritim. Program kerja sama antara Jatim dengan Australia Barat terutama untuk pendidikan vokasi secara khusus digital IT juga akan kami jadikan prioritas,” kata mantan Menteri Sosial RI di era Presiden Jokowi ini.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan, bahwa saat ini sudah mulai tumbuh sekitar 300-an start up di Jatim serta perkembangan perusahaan e-commerce yang membutuhkan skill khusus. Karena, persoalan tersebut menjadi kebutuhan di era industri 4.0. Misalnya saat ini kita sangat kekurangan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang coding.
Terkait hal tersebut, Khofifah pun mengusulkan adanya kerja sama pelatihan teknis secara spesifik untuk mendapatkan ahli coding. Harapannya, ahli coding bisa mensupport perkembangan start up yang sedang tumbuh subur di Jatim.
“Kita berharap bisa mendapatkan secara spesifik technical training untuk mendapatkan ahli coding untuk mensupport start up yang tumbuh cukup pesat di Jatim,” ajaknya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




