Minggu, 17 November 2019 04:56

​Pisah Sambut, Kajari Baru Mejayan Madiun Utamakan Pencegahan

Selasa, 05 November 2019 22:35 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
​Pisah Sambut, Kajari Baru Mejayan Madiun Utamakan Pencegahan
Kiri ke kanan: Kajari lama, Kajari baru, dan Bupati Madiun saat pisah sambut Kajari Mejayan.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pisah sambut Kepala Kejaksaan (Kajari) Mejayan diadakan di Pendopo Graha Muda Caruban, Selasa (4/10) malam. Acara ini dihadiri seluruh Forkopimda Kabupaten Madiun.

Kajati Sugeng Sumarno yang memimpin selama 1 tahun 7 bulan menjabat diganti oleh Dzakiyul Fikri, yang sebelumya menjabat sebagai jaksa fungsional pada Jaksa Agung Bidang Pembinaan Jaksa Agung yang yang dipekerjakan pada Komisi Pemberantasan Koromsi (KPK).

Kajari Mejayan Dzakiyul Fikri, S.H., M.H. merupakan warga asli Jatim dan mengaku dekat dengan kiai Nahdatul Ulama.

"NU saya dekat dan akan silahturahmi ke kiai untuk mendorong kejaksaan. Kejaksaan sudah banyak perubahan ada jaksa masuk sekolah pesantren. Sekarang tindakan pencegahan lebih utama," ujarnya.

Pihaknya akan mendukung program bupati dengan mencari formula yang pas dan sekarang trending topik TP4D. "Untuk itu kita harus berbasis elektronik, tiap progres dapat mudah untuk kita monitoring sehingga Madiun lebih baik dengan tupoksinya masing-masing," lanjutnya

Sementara dalam kesempatan itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami mengenalkan pakaian Kampung Pesilat pada Kajari baru dengan ciri warna hitam.  "Banyak hal yang sudah kita lakukan di forkopimda. Salah satunya deklarasi Kampung Pesilat dan dampaknya zero accident," ucap bupati.

"Selamat datang di Kampung pesilat Indonesia. Sekarang semua sudah berubah, keamanan di Madiun sekarang sudah tercapai dan mudah mudahan terjaga ke depan," sambungnya.

Ahmad Dawami mengapresiasi ucapan Kajari, yakni tindakan preventif sampai 3 kali dan yang terakhir jewer.

"Pencegahan diucapkan 3 kali dan terakhir mawar ini sesuai dengan visi misi kita, aman bagi masyarakat dan aman bagi birokrasi. Artinya kita tidak melindungi yang bersalah tapi meminimkan kesalahan," urai Dawami.

Bupati berharap dengan pengalaman yang baik dari KPK untuk pencegahan bisa diterapkan di Kabupaten Madiun. "Pak Fikri dari KPK bagaimana cara pencegahan yang baik bisa diterapkan di Kabupaten Madiun," pungkasnya. (hen/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...