Senin, 13 Juli 2020 19:10

Komisi IV DPRD Gresik Anggap Polemik Pemotongan Gaji PNS Dinkes Klir

Kamis, 31 Oktober 2019 23:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Komisi IV DPRD Gresik Anggap Polemik Pemotongan Gaji PNS Dinkes Klir
Wakil Ketua DPRD Gresik dr. Asluchul Alif dan Komisi IV saat hearing dengan Kadinkes, dr Saifudin Ghozali. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pimpinan DPRD Gresik dan Komisi IV DPRD Gresik kembali hearing dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik, dr. Saifudin Ghozali soal polemik potongan gaji PNS di lingkup Dinkes, di ruang rapat Komisi IV, Kamis (31/10).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik dr. Asluchul Alif, dan Ketua Komisi IV Muchammad, Ghozali. Dalam hearing itu, Saifudin Ghozali diminta memberikan klarifikasi seputar potongan gaji PNS di lingkup Dinkes, ada atau tidak dasarnya, dan untuk kebutuhan apa saja.

Ghozali menyatakan, bahwa potongan gaji yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap PNS atas dasar sukarela, dan kesepakatan bersama. "Potongan itu juga ada dasar pijakannya, sehingga legal," ujar Ghozali.

Dia kemudian membeberkan penggunaan dana yang dikumpulkan dari potongan gaji. Di antaranya, untuk zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). "Potongan itu by person to person PNS atas dasar sukarela dan kesepakatan. Potongan mengacu surat edaran (SE) Bupati dan Badan Amil Zakat Nasional. Jadi, PNS gajinya bisa dipotong atau tidak untuk Baznas tergantung kesepakatan masing-masing. Jadi sifatnya tak wajib," paparnya.

Ghozali kemudian menyontohkan PNS Puskesmas di Driyorejo sebanyak 100 orang. Dari ratusan PNS, yang bersedia nyumbang untuk zakat 30 orang. "Jadi, 30 orang itu yang masuk Baznas. Besarnya, sesuai kesepakatan masing-masing," terangnya.

Pemotongan ini, lanjut Ghozali, juga berlaku terhadap kegiatan lain. "Misalnya, untuk Korpri di mana ada SE saat Sekda Gresik dijabat Kng. Djoko Sulistiohadi. Besaran potongan untuk iuran Korpri variatif sesuai golongan PNS," katanya.

"Termasuk, potongan Dharma Wanita yang berlaku hanya bagi PNS Dinkes yang masuk Dharma Wanita. Iuran ini tak berlaku bagi PNS di Puskesmas," terangnya.

"Yang terpenting, dalam potongan itu semua didasari kesepakatan, dan sukarela yang dikuatkan dengan surat pertanyaan masing-masing PNS bersangkutan dan bermaterai," tegasnya.

Pada kesempatan ini, Ghozali juga mengungkapkan pembayaran kekurangan gaji sebanyak 373 PNS, masing-masing antara Rp 180-185 ribu. "Sudah ditransfer semua, totalnya Rp 58 juta lebih," katanya.

Ditanya soal kekurangan gaji PNS apa sebelumnya sudah disosialisasikan, Ghozali mengaku sudah. "Sudah kami lakukan via WhatsApp grup," katanya.

Sementara Asluchul Alif meminta kepada Kadinkes agar melakukan pemberitahuan melalui surat resmi apabila melaksanakan kebijakan seperti pemotongan untuk iuran dan lainnya, termasuk kalau terjadi kekurangan gaji.

"Sehingga, PNS menjadi tahu. Hal ini untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Ke depan tak boleh via WA. Harus ada surat edaran resmi," pintanya.

Alif menyatakan, dari hearing dengan Kadinkes ada tiga kesimpulan. Pertama, potongan di Dinkes untuk sejumlah kegiatan ada dasarnya. Untuk itu, kebijakan itu bisa dilanjutkan.

Kedua, meminta Kadinkes berkomunikasi dengan semua bawahan jika ada kebijakan. "Sehingga, bawahan menjadi tahu. Hal ini biar ke depannya tak menimbulkan miss lagi," katanya.

"Dan, ketiga, meminta Kadinkes agar menguatkan internal, berkomunikasi baik dengan jajaran internal Dinkes hingga tingkat Puskesmas," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...