Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir pada pembukaan Latsar CPNS golongan II dan III Tahun 2019 di Islamic Centre Surabaya. foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 1.962 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di lingkungan Pemprov Jatim resmi mengikuti pembekalan Pelatihan Dasar (Latsar). Pembekalan Latsar itu sebagai bekal dalam membentuk PNS yang profesional khususnya dalam memberikan pelayan kepada masyarakat
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutannya pada Upacara pembukaan Latsar CPNS golongan II dan III Tahun 2019 di Islamic Centre Surabaya,Kamis (17/10) menekankan,bahwa hakekatnya jiwa ASN adalah melayani.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Ia mengatakan, sebagai ASN wajib memiliki jiwa yang melayani kepada masyarakat dengan baik. Jiwa melayani tersebut harus tertanam dalam hati. Karena,ketika jiwa melayani sudah tertanam di hati segala sesuatu yang akan dilakukan kepada masyarakat menjadi tulus ikhlas.
"Menjadi ASN harus siap memiliki jiwa sebagai pelayan.Kalau itu yang dilakukan kita tidak akan merasa diri kita paling tinggi dan segalatugas tidakmenjadi beban tetapi hal tersebut menjadi bagian dari pengabdian dalamkehidupan," ungkap Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.
Khofifah menyatakan,pelayanan yang dilakukan di Jatim harus bisa dilakukan lebih cepat, efektif efisien juga tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif (CETTAR) terhadap segala hal yang sedang berkembang. Jangan sampai para ASN ini terjebak pada rutinitas institusinya saja.
Saat ini layanan-layanan yang diberikaan kepada masyarakat sudah lintas dinas, kementerian/lembaga. Misalnya, dalam penanganan Karhutla tidak bisa diselesaikan oleh BPBD atau Dinas Sosial namun juga Dinas Kesehatan, dinas kehutanan,atau Dinas PUPR dan sebagainyamemiliki keterkaitan.
"Kita punya tugas mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak sebagaimana visi dalam RPJMD. Maka untuk mewujudkannyakitabutuh kerja samadan kolaborasi lintas lini baik kementrian/lembaga maupundinas. Bisa juga dengan pihak luar negeri, dunia usaha dan industri serta elemen strategis lainnya," tambah Gubernur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




