Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir pada pembukaan Latsar CPNS golongan II dan III Tahun 2019 di Islamic Centre Surabaya. foto: ist
Khofifah memastikan bahwa kepemimpinannya di Jatim ingin setiap ASN bisa kerja bersama bukan sekedar sama sama kerja. Lewat kerja bersama itulah akan timbul kebersamaan semua pihak untuk memberikan layanan secara cepat atau Quick Respon dari masalah yang terjadi, sehingga berbagai upayapercepatanmewujudkankesejahteraanmasyarakat bisa diwujudkan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah minta kepada para ASN untuk ikut menjadi perekat kesatuan dan persatuan bangsa. Pihaknya, juga minta agar pola tatanan pemerintahan secara partisipatoris inklusif dapat diterapkan oleh semua OPD (organisasi perangkat daerah). Hindari eksklusivitas kedinasan. Korp kita adalah Pemprov Jatim.
"Saya ingin pastikan bahwaASN Pemprov Jatim tidak terkotak-kotak dalamorganisasi Perangkat daerah (OPD). Pegang teguh korp ASN Pemprov. Pegangteguh jati diri bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ASN Pemprov harus siap menjadi garda terdepan mengawal NKRI," jelasnya.
Khofifah berharap para ASN di Jatim memiliki komitmen untuk terus meningkatkan berbagai inovasi agar kinerja ASN terus meningkat dan berdaya saing tinggi.
Dalam laporannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Jatim Dr. H. Indra S. Ranuh, S.H., CN., M.Si mengatakan, tujuan dari Latsdar ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi.
Latsar CPNS Golongan II dan III Tahun 2019 di lingkungan Pemprov Jatim dilaksanakan selama 51 hari. 21 hari pembelajaran dalam kelas dan 30 hari diluar kelas
Nantinya,para CPNS ini akan mengikuti Latsar dengan pola penyelenggaraan pelatihan yang memadukan klasikal dan nonklasikal dengan kompetensi sosial kultural dan kompetensi bidang. (mdr/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




