Arief Yahya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. foto:rosihan c anwar/bangsaonline
Pihaknya sangat yakin, kebangkitan pariwisata akan menambah lapangan kerja. “Satu wisman pasti membutuhkan satu tenaga kerja. Selain itu, sejalan dengan berkembangnya pariwisata, harus sejalan pula dengan perkembangan ekonomi kreatif, dan ini tentu membutuhkan tenaga kerja,” tandas dia.
“Yang menjadi kendala adalah kesiapan SDM. Banyak faktor yang harus dipersiapkan. Misalnya sertifikasi menjadi standarisasi yang harus ditempuh. Yang jelas, akan melibatkan banyak pihak, mulai akademisi, pemerintah daerah, pebisnis, dan masyarakat di wilayah tujuan wisata.”
Sementara pihak provinsi, punya strategi sendiri untuk memasarkan wisata di Banyuwangi. “Kita sudah jalankan promosi 3 B, atau Bali Plus. Yaitu Bali, Banyuwangi, Bromo. Artinya, tak lengkap kalau hanya ke Bali tanpa ke Banyuwangi dan Bromo. Apalagi wisata di Banyuwangi dan Bromo menawarkan keindahan lain. Banyuwangi misalnya, mempunyai obyek dan wilayah yang sangat luas jika dibanding Bali. Obyek wisatanya masih asli dan luar biasa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Djarianto.
Adapun Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sendiri, menegaskan, pariwisata di Banyuwangi bermuara pada tema Wisata Keluarga. “Eksploring, adventure, keaslian alam menjadi bidikan kami. Untuk itu, kami melarang hadirnya hotel-hotel bintang 5 di Banyuwangi, cukup bintang 3 saja. Kami juga melarang karaoke di Banyuwangi. Kalau ingin hotel sorttime atau karaoke, silakan ke Surabaya, Bali atau Tretes saja. Di Banyuwangi khusus untuk wisata keluarga,” kata Azwar Anas.
“Kami juga mengemas acara-acara spektakuler untuk wisman, sebagai upaya mengenalkan Banyuwangi, seperti tour de Ijen, Fertival Banyuwangi, Pagelaran Jazz. Dan akan terus kita upayakan acara lain agar turis semakin betah di Banyuwangi,” tandas dia.
Azwar Anas malah menyiapkan pulau Labuhan, sebagai tempat khusus turis wisman yang ingin bernudis ria di pantai. Di luar pulau Labuhan, dilarang. “Alhamdulillah, upaya kami membuahkan hasil. Kami masih membutuhkan 1.000 kamar lagi. Sedangkan tahun depan, bisa ditambah 200 kamar. Bisnis persewaan kendaraan juga mulai tumbuh subur,” kata dia.
Azwar meminta kepada pemerintah pusat, agar dobletrack segera terwujud sampai Banyuwangi. Maka, jarak tempuh ke Surabaya, hanya butuh 3,5 jam saja. “Itu sukup membantu perkembangan pariwisata di Banyuwangi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




