Kamis, 16 Juli 2020 19:57

Sandy, Bocah Tuna Daksa Siswa SDN Kupang Jabon yang Ingin Mandiri

Kamis, 17 Oktober 2019 22:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Sandy, Bocah Tuna Daksa Siswa SDN Kupang Jabon yang Ingin Mandiri
Sandy tak pernah minder saat bermain bersama teman-temannya.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Keterbatasan fisik tak menghambat Moh Sandy Alvano mengejar cita-citanya. Bocah kelas 3 di SDN Kupang, Kecamatan Jabon itu tetap berusaha mandiri menjalani pembelajaran dan bermain bersama temannya.

Pagi itu di SDN Kupang, memang sedang tidak ada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Seluruh siswa memilih bermain di halaman karena hampir seluruh ruang kelas dalam proses renovasi.

Termasuk Moh Sandy Alvano, ia nampak akrab bermain bersama teman-temannya. Di halaman sekolah, bocah penyandang tuna daksa itu nampak digendong oleh kembarannya, Moh Sendy Alvano.

Tanpa rasa minder, anak dari pasangan Marto (29) dan Lidya Adita (26) warga Desa Kupang, Jabon itu juga nampak antusias ketika diajak berbincang-bincang.

“Kalau besar ingin jadi tentara, bisa perang-perang,” cetus Sandy.

Memang, baju dan celana sekolah yang ia kenakan nampak kusam dan bercampur tanah. Lantaran Sandy memiliki keterbatasan untuk berjalan.

Celananya langsung bersentuhan dengan tanah ketika ia bermain di halaman. Ia biasa menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat tubuhnya guna berpindah tempat. Tak jarang, bocah kelas 3 SD itu juga bergelimpangan di tanah lantaran capek mengangkat tubuhnya.

Sandy juga nampak supel bergaul meskipun bertemu dengan orang yang baru dikenal. Ia menceritakan, jika setiap hari selalu berangkat ke sekolah bergandengan bersama kembarannya. Ketika di rumah, kedua anak kembar itu juga sering belajar bersama setiap malam selepas magrib.

“Naik sepeda, dibonceng Sendy,” sahut Sandy.

Lasmiyati (56) Kepala Sekolah SDN Pucang menyatakan kekaguamannya terhadap Sandy. Ia menceritakan, meski dengan kondisi keterbatasan, Sandy selalu berusaha mandiri.

“Kalau olahraga atau bermain, ia (Sandy, red) selalu ikut. Dan gak mau ditolong kalau jatuh. Ia bangkit sendri,” terangnya.

Keaktifan Sandy juga tidak hanya nampak di halaman atau saat bermain saja. Tetapi juga saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Meski belum tentu benar, Sandy selalu berani angkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru.

“Aktif anaknya, tidak minder di kelas,” ucap Nisaud Ulul Badriyah, wali kelas Sandy, Kamis (17/10). (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...