Sabtu, 11 Juli 2020 17:46

Hakim ​Kecewa, 2 Tergugat Kembali Mangkir Sidang Pemecatan Dosen Unsuri Surabaya

Rabu, 18 September 2019 00:29 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Hakim ​Kecewa, 2 Tergugat Kembali Mangkir Sidang Pemecatan Dosen Unsuri Surabaya

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sidang perkara pemecatan Dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya, Iwan Wahyu Susanto (Penggugat) kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Selasa (17/09/2019).

Namun, upaya Ketua Majelis Hakim Mulyadi hingga agenda sidang keempat untuk menghadirkan Musyafak Rouf, Ketua Yayasan Unsuri Surabaya sebagai tergugat I dan Plt. Rektor Unsuri, Sudjai sebagai tergugat II tetap gagal.

"Ketidakhadiran mereka (Tergugat I dan II, red) ini bisa menjadi bahan pertimbangan hakim untuk melakukan keputusan. Bahwasanya mereka ini benar melakukan kesalahan-kesalahan yang kami tuduhkan," jelas Andi Mulya, Kuasa hukum Iwan Wahyu Susanto usai persidangan, Selasa (17/09/2019).

Dijelaskan Andi lebih jauh, ketidakhadiran para tergugat dengan alasan tidak jelas dalam mediasi ini membuat dirinya kecewa. Hal ini, imbuhnya, membuktikan kalau para Tergugat tidak mempunyai itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan hukum.

"Berarti, ancaman sanksi yang diberikan majelis hakim tidak membuat mereka takut," tambahnya.

Andi juga menilai, jika hal ini bisa didifinisikan sebagai Contempt Of Court. Namun, menurutnya, hal ini lebih tepatnya jika mereka tidak mengindahkan asas kepatutan sebagai warga negara yang baik di mata hukum

Sementara itu, kuasa hukum Tergugat I dan II, Abd. Gofur terkait ketidakhadiran kliennya mengatakan, mediasi gagal itu karena tidak hadirnya kliennya. Menurutnya, ada kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Itu formal dari pengadilan. Pihak penggugat tahu. Prinsipal dan saya pengacaranya, juga hadir. Jadi alasan mediasi gagal itu tadi sudah dicatat oleh majelis," jelasnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pemecatan Iwan diduga kuat lantaran dirinya ikut menandatangani Mosi Tidak Percaya yang ditujukan kepada Bendahara Yayasan, Jeje Abd. Rojak yang saat itu juga merangkap jabatan sebagai ketua Senat di Unsuri.

Dalam mosi yang diteken 33 orang dari jajaran pegawai (Para Dekan, Para Ka. Biro, Para Ka. Lembaga, Para Ka. Prodi, Para Ka. Kabag serta dosen dan karyawan) Unsuri tersebut, juga disoal laporan keuangan Yayasan yang dinilai jauh dari kata transparan.

Selain itu, terkait kebijakan menarik SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) ke area kampus juga membuat sejumlah mahasiswa dan warga protes. (cat/ian) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...