Senin, 21 Oktober 2019 00:30

Tafsir Al-Isra' 61-62: BMKG Bisa Apa (?)

Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
ILUSTRASI: Petugas BMKG sedang memantau cuaca.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag

61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaan

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”

62. qaala ara-aytaka haadzaa alladzii karramta ‘alayya la-in akhkhartani ilaa yawmi alqiyaamati la-ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qaliilaan

Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”

TAFSIR AKTUAL

Kini kita sedang mengaji soal Malaikat, Iblis, dan Adam ketika mereka masih tinggal di surga sono, dulu. Seperti dikisahkan, pada ayat sebelumnya, komunitas malaikat protes soal rencana Tuhan yang hendak mencipta Adam. Mereka berprasangka buruk, bahwa Adam kelak menjadi makhluk perusak, penumpah darah, dan seterusnya. Meski begitu, mereka mau bersujud dan menghormat Adam. Beda dengan Iblis, dia merasa elitis dan membangkang.

Yang dipetik dari kisah ini adalah prediksi mereka. Kemampuan malaikat memprediksi sifat dan perilaku anak Adam kelak. Dan benar, memang merusak dan menumpahkan darah sesama, entah atas nama apa. Kritik malaikat ini penting kita ambil sebagai pelajaran, sebagai pitutur, agar kita tidak jatuh seperti dugaan mereka. Sedangkan si Iblis malah bersumpah hendak menjerumuskan kita. Ini yang wajib kita lawan.

Dunia prediksi dan ramal-meramal sudah dimulai sejak awal sejarah manusia dan kita bisa pilah dan pilih. Ada ramalan mistik yang tidak berdasar sehingga hasilnya tidak definitif. Seperti ramalan dukun tentang nasib seseorang. Siapa percaya pol dengan ramalan itu, maka kufur, karena menafikan peran Tuhan. Tapi jika berserah total, hanya kepada Tuhan, maka tidak.

Andai anda diramal, enaknya disikapi enak saja. Bila diramal baik, maka kita berusaha, berdoa dan yakin bahwa Allah SWT akan mewujudkan. Tapi bila diramal buruk, maka kita buang jauh-jauh dan berlindung diri kepada-Nya serta memohon yang terbaik. Kayak petunjuk bermimpi. Bila mimpi baik, maka beroptimislah terjadi. Bila mimpi buruk, maka berlindung diri. Baca al-mu'awwidzatain, surah al-Falaq, dan al-Nas, lalu menengok ke kiri sambil meludah ringan tiga kali, isyarat membuang sial.

Dan ada juga ramalan rasional. Ini lebih cocok disebut sebagai konsekuensi dari hukum sebab akibat. Misalnya, ada mendung menggelap, pertanda akan hujan, insya Allah. BMKG bisa membaca tanda-tanda alam lebih detail dan memprediksi akibatnya. Itu berdasar ilmu, maka bukan ramalan yang diharamkan, melainkan informasi dini yang bermanfaat dan berpahala.

Seperti Malaikat, tidak semua prediksinya benar. Tidak semua anak Adam perusak dan penumpah darah. Yang shalih juga banyak, seperti para nabi, bahkan kesalehan mereka melampaui derajat malaikat.

BMKG itu manusia, bukan Tuhan. Jadi, hanya bisa memprediksi hal-hal kecil yang mudah terbaca saja. Seperti gelombang laut, angin kencang, cuaca, erupsi dan sebangsanya. Bencana alam besar yang sangat menghancurkan dan sifatnya dadakan sungguh rahasia Tuhan demi realisasi iradah-Nya sendiri. Maka belum pernah ada peringatan pasti dari BMKG tentang akan adanya tsunami nanti sore, besok pagi, atau lusa.

Paling-paling memberi peringatan samar dan tidak pasti, seperti perlu diwaspadai ada tsunami susulan, gempa susulan, tanah longsor susulan. Ya, tapi kapan?. Dan yang sering dan panjang justru menganalisis setelah kejadian, setelah korban bergelimpangan. Tsunami terjadi karena ini dan itu, bergesernya lempengan bumi dan seterusnya. Dan itu semua tidak berguna bagi terdampak bencana. 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...