Minggu, 26 Januari 2020 12:39

Tanggal 25 November akan Diperingati Sebagai Hari Keris Nasional

Kamis, 05 September 2019 22:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sahlan
Tanggal 25 November akan Diperingati Sebagai Hari Keris Nasional
Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, M.M.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki kebanggaan sebagai Kota Keris. Bahkan dalam kegiatan workshop kebudayaan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, beberapa hari lalu, Kabupaten Sumenep diundang ke Jakarta, karena tercatat di Unesco sebagai Kota dengan pengrajin keris terbanyak, hingga 625 orang empu.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, M.M, mengungkapkan, kemarin dirinya diundang Kemendikbud bersama Bali yang menjadi ikon budaya kota yang memiliki budaya dan tercatat di Unesco. Yakni Sumenep sebagai Kota Keris dan Bali memiliki potensi Budaya dan Kesenian Tari.

“Harapannya, dalam kegiatan tersebut nantinya akan ada peran pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk mempopulerkan budaya yang ada, agar menjadi konsumsi berita dan tersebar tidak hanya di dalam, namun juga di luar negeri,” ungkapnya, Kamis (05/09/2019).

Diakui Carto, jika dalam seminar tersebut juga disinggung soal apakah kebudayaan yang ada itu memiliki pengaruh terhadap ekonomi dengan adanya warisan budaya tersebut, dan bagaimana upaya meningkatkan nilai budaya yang dimiliki. Sebab, terkait pertumbuhan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris, karena memiliki potensi pengrajin keris terbanyak di Indonesia.

Sesuai catatan, sejak tahun 2004 Kabupaten Sumenep memiliki 123 orang empu, tahun 2012 naik menjadi 399 orang empu, dan pada tahun 2018 memiliki 652 orang empu. Sedangkan yang kedua, yakni Yogyakarta yang hanya memiliki 232 orang empu. Bahkan, menurut Carto, pada tanggal 25 November akan ditetapkan sebagai Hari Keris Nasional (HKN).

Karena itu, dalam hasil seminar tersebut disimpulkan beberapa harapan, yakni harus ada regenerasi bidang kekerisan, harus ada pengetahuan ke sekolah-sekolah berkaitan tentang keris, karena para ulama, para pimpinan dan raja sejak dulu memakai keris, sehingga perlu semua digambarkan, agar generasi muda juga turut mencintai dan melestarikannya.

“Ke depan perlu adanya kolaborasi pemerintah dengan pengrajin keris, bagaimana memperkenalkan keris. Jika dulu keris dikenal sebagai senjata, sekarang dikenal sebagai Tosaaji (keris baru) yang lebih menonjolkan seninya, bahkan bisa dikembangkan pada gaya arsitektur, pamor keris, dan sebagainya,” tambahnya. (aln/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...