Sabtu, 21 September 2019 10:37

​Teroris Bacok Polisi di Wonokromo, Nasir Abbas Sebut Aksi “Amaliyah Istisyhadiyah”, Apa Itu?

Senin, 19 Agustus 2019 17:08 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
Wartawan: Tim
​Teroris Bacok Polisi di Wonokromo, Nasir Abbas Sebut Aksi “Amaliyah Istisyhadiyah”, Apa Itu?
Nasir Abbas, mantan teroris dan pimpinan Jamaah Islamiyah yang kini sudah tobat. foto: istimewa/ harakatuna.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pelaku teror, Imam Mustofa, melakukan aksinya dengan cara membacok Aiptu Agus Sumarsono, anggota SKPT Polsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8/2019). Ia meneror polisi tidak pakai bom, tapi pakai senjata tajam, yaitu parang dan celurit.

Loh, kok kayak carok? Kenapa tidak menyerang dengan bom yang menggelegar? Lalu kenapa ia beraksi sendirian?

Untuk menjawab itu semua, BANGSAONLINE.com mewancarai mantan pelaku teror, Nasir Abbas, yang kini telah tobat.

Menurut Nasir Abbas, senjata teroris sangat tergantung pada kemampuannya masing-masing. ”Bentuk teknis sebuah aksi teror itu tergantung kemampuan yang ada,” kata Nasir Abbas menjawab pertanyaan BANGSAONLINE.com, Senin (19/8/2019).

Ia menyebut tiga unsur. “Keuangan yang cukup, peralatan yang dimiliki, dan pengetahuan yang dibutuhkan,” kata Nasir Abbas yang mantan pimpinan Jamaah Islamiyah.

Ia menjelaskan, berdasarkan latar belakang dan keadaan sehari-hari si pelaku (Imam Mustofa), bisa disebut bahwa si pelaku tidak memiliki tiga unsur yang disebut di atas. “Makanya pelaku menggunakan senjata tajam,” tegasnya.

(Imam Mustofa. foto: istimewa)

Tapi kenapa teroris itu menyerang polisi? “Karena pelaku meyakini bahwa di antara sekian banyak musuhnya, maka polisi adalah musuh prioritas yang harus dihabisi, karena pelaku dan orang-orang yang sepaham meyakini polisi penghalang 'Jihad' mereka, menangkap 'mujahid' mereka dan membunuh orang-orang yang 'berjuang' untuk Islam,” jawab Nasir Abbas.

Menurut dia, rasa kebencian dan permusuhan para teroris terhadap polisi sangat besar. “Sehingga mereka sebut polisi dengan istilah Kafir atau Thoghut,” katanya sembari menegaskan bahwa target pelaku adalah menyerang polisi.

Menurut dia, aksi Imam Mustofa itu disebut sebaga “amaliyah istisyhadiyah”. Apa itu? “Yaitu operasi mati syahid dengan cara menyerang sampai mati. Pelaku sudah siap mati, tapi dengan alat yang dimilikinya,” jelasnya.

“Menurut saya, pelaku adalah “Lone Wolf” yang terekrut sendiri dan melakukan aksi sendiri,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa teroris tidak ada hubungannya dengan pesantren.

“Dan tidak ada jaminan santri tidak terpapar. Siapa saja bisa terpapar dan terekrut,” tegas mantan murid teroris Abu Bakar Baa’syir yang kini menyesal dan menyebut mantan gurunya tersebut sebagai “kiai gak bener” itu. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...