Minggu, 15 September 2019 20:23

Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang

Kamis, 15 Agustus 2019 13:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang
Salah satu warga tengah melihat proses pembongkaran Pasar Legi, Kota Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar dikeluhkan sejumlah pedagang yang masih menempati sejumlah kios di bagian utara pasar. Pasalnya proses pembongkaran pasar tradisional yang terbakar 2016 lalu itu menyebabkan debu berterbangan hingga menempel ke barang dagangan. Terutama pedagang yang posisi tokonya berdekatan dengan lokasi proyek.

Dalam pembangunan pasar itu, tidak semua pedagang direlokasi. Sebagian pedagang memang masih berjualan di sekitar lokasi.

Gianto pedagang tas dan sandal di Pasar Legi misalnya. Sejak proses pembongkaran dimulai, barang dagangannya banyak yang terkena debu. Hingga warnanya berubah dan tidak bisa dijual lagi.

"Awal pembongkaran itu debunya luar biasa banyak. Dagangan sandal dan tas saya ini rusak dan berubah warga karena debu nempel. Sekarang sudah berkurang, tapi masih lumayan banyak karena ada pengerukan sisa bongkahan," ungkap Gianto, Kamis (15/8/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan Ardian, yang membuka toko pracangan di bagian utara Pasar Legi. Barang daganganya juga terlihat penuh debu. Dia berharap ada solusi dari pemerintah maupun rekanan agar debu tidak beterbangan saat proses pembangunan.

"Kami minta disiram atau dibasahi, jadi debunya tidak terbang ke mana-mana," kata Ardian.

Para pedagang sempat hendak unjuk rasa terkait masalah debu proyek itu. Namun diurungkan karena khawatir mengganggu pekerjaan proyek.

"Kami juga ingin pembangunan cepat selesai, karena kasihan teman-teman yang sudah tiga tahun lebih menunggu proses pembangunan. Kami hanya berharap ada kebijakan bagaimana agar debu tidak menganggu jualan kami," imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt. Wali Kota Blitar Santoso mengakui jika proses pembangunan Pasar Legi menyebabkan banyak debu. Apalagi, bangunan yang dibongkar dan akan dibangun kembali adalah bangunan bekas kebakaran.

Terkait keluhan warga, ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan rekanan agar melakukan pembasahan terlebih dahulu sehingga debu yang ditimbulkan tidak terlalu banyak.

"Sebenarnya proses pembangunan kan memang seperti itu, apalagi ini kan bekas kebakaran. Namun karena ada keluhan ini, ya nanti kita sarankan pada rekanan agar dibasahi dahulu," tutur Santoso. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...