Kamis, 14 November 2019 02:50

Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang

Kamis, 15 Agustus 2019 13:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang
Salah satu warga tengah melihat proses pembongkaran Pasar Legi, Kota Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar dikeluhkan sejumlah pedagang yang masih menempati sejumlah kios di bagian utara pasar. Pasalnya proses pembongkaran pasar tradisional yang terbakar 2016 lalu itu menyebabkan debu berterbangan hingga menempel ke barang dagangan. Terutama pedagang yang posisi tokonya berdekatan dengan lokasi proyek.

Dalam pembangunan pasar itu, tidak semua pedagang direlokasi. Sebagian pedagang memang masih berjualan di sekitar lokasi.

Gianto pedagang tas dan sandal di Pasar Legi misalnya. Sejak proses pembongkaran dimulai, barang dagangannya banyak yang terkena debu. Hingga warnanya berubah dan tidak bisa dijual lagi.

"Awal pembongkaran itu debunya luar biasa banyak. Dagangan sandal dan tas saya ini rusak dan berubah warga karena debu nempel. Sekarang sudah berkurang, tapi masih lumayan banyak karena ada pengerukan sisa bongkahan," ungkap Gianto, Kamis (15/8/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan Ardian, yang membuka toko pracangan di bagian utara Pasar Legi. Barang daganganya juga terlihat penuh debu. Dia berharap ada solusi dari pemerintah maupun rekanan agar debu tidak beterbangan saat proses pembangunan.

"Kami minta disiram atau dibasahi, jadi debunya tidak terbang ke mana-mana," kata Ardian.

Para pedagang sempat hendak unjuk rasa terkait masalah debu proyek itu. Namun diurungkan karena khawatir mengganggu pekerjaan proyek.

"Kami juga ingin pembangunan cepat selesai, karena kasihan teman-teman yang sudah tiga tahun lebih menunggu proses pembangunan. Kami hanya berharap ada kebijakan bagaimana agar debu tidak menganggu jualan kami," imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt. Wali Kota Blitar Santoso mengakui jika proses pembangunan Pasar Legi menyebabkan banyak debu. Apalagi, bangunan yang dibongkar dan akan dibangun kembali adalah bangunan bekas kebakaran.

Terkait keluhan warga, ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan rekanan agar melakukan pembasahan terlebih dahulu sehingga debu yang ditimbulkan tidak terlalu banyak.

"Sebenarnya proses pembangunan kan memang seperti itu, apalagi ini kan bekas kebakaran. Namun karena ada keluhan ini, ya nanti kita sarankan pada rekanan agar dibasahi dahulu," tutur Santoso. (ina/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...