Minggu, 26 Januari 2020 15:31

Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang

Kamis, 15 Agustus 2019 13:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Debu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Dikeluhkan Pedagang
Salah satu warga tengah melihat proses pembongkaran Pasar Legi, Kota Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar dikeluhkan sejumlah pedagang yang masih menempati sejumlah kios di bagian utara pasar. Pasalnya proses pembongkaran pasar tradisional yang terbakar 2016 lalu itu menyebabkan debu berterbangan hingga menempel ke barang dagangan. Terutama pedagang yang posisi tokonya berdekatan dengan lokasi proyek.

Dalam pembangunan pasar itu, tidak semua pedagang direlokasi. Sebagian pedagang memang masih berjualan di sekitar lokasi.

Gianto pedagang tas dan sandal di Pasar Legi misalnya. Sejak proses pembongkaran dimulai, barang dagangannya banyak yang terkena debu. Hingga warnanya berubah dan tidak bisa dijual lagi.

"Awal pembongkaran itu debunya luar biasa banyak. Dagangan sandal dan tas saya ini rusak dan berubah warga karena debu nempel. Sekarang sudah berkurang, tapi masih lumayan banyak karena ada pengerukan sisa bongkahan," ungkap Gianto, Kamis (15/8/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan Ardian, yang membuka toko pracangan di bagian utara Pasar Legi. Barang daganganya juga terlihat penuh debu. Dia berharap ada solusi dari pemerintah maupun rekanan agar debu tidak beterbangan saat proses pembangunan.

"Kami minta disiram atau dibasahi, jadi debunya tidak terbang ke mana-mana," kata Ardian.

Para pedagang sempat hendak unjuk rasa terkait masalah debu proyek itu. Namun diurungkan karena khawatir mengganggu pekerjaan proyek.

"Kami juga ingin pembangunan cepat selesai, karena kasihan teman-teman yang sudah tiga tahun lebih menunggu proses pembangunan. Kami hanya berharap ada kebijakan bagaimana agar debu tidak menganggu jualan kami," imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt. Wali Kota Blitar Santoso mengakui jika proses pembangunan Pasar Legi menyebabkan banyak debu. Apalagi, bangunan yang dibongkar dan akan dibangun kembali adalah bangunan bekas kebakaran.

Terkait keluhan warga, ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan rekanan agar melakukan pembasahan terlebih dahulu sehingga debu yang ditimbulkan tidak terlalu banyak.

"Sebenarnya proses pembangunan kan memang seperti itu, apalagi ini kan bekas kebakaran. Namun karena ada keluhan ini, ya nanti kita sarankan pada rekanan agar dibasahi dahulu," tutur Santoso. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...