Minggu, 18 Agustus 2019 04:46

Pasca Nawa Cita dan Nawa Bhakti Satya, Ning Lia Usung Nawa Tirta

Rabu, 31 Juli 2019 16:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M. Didi Rosadi
Pasca Nawa Cita dan Nawa Bhakti Satya, Ning Lia Usung Nawa Tirta
Relawan Ning Ceria dan Berlian yang merupakan organisasi pendukung Lia Istifhama untuk Pilwali Surabaya 2020. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setiap tokoh punya konsep andalan yang menjadi program kerja, contohnya Presiden Joko Widodo dikenal dengan program Nawa Cita. Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengusung Nawa Bhakti Satya. Kini muncul ikon baru, Nawa Tirta yang digagas Lia Istifhama atau biasa disapa Ning Lia.

Menurut perempuan milenial yang didorong maju dalam bursa pemilihan langsung Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 itu, dirinya punya konsep Nawa Tirta sebagai program kerja membangun Kota Surabaya. Semifinalis Ning Surabaya 2006 ini membeberkan, Nawa Tirta konsep pembangunan secara utuh kota Surabaya.

"Bismillah. Nawaitu, Insya Allah, kalau dipercaya masyarakat Surabaya, saya tawarkan Nawa Tirta sebagai 9 program membangun Kota Surabaya," tutur keponakan Khofifah itu, Rabu (31/7).

Kader Fatayat NU yang juga pengurus Lembaga Perlindungan Anak Bina Annisa ini menjelaskan, Nawa Tirta adalah sembilan jalan air yang merupakan jalur membangun sembilan aspek kehidupan. Dari sembilan program itu akan menghasilkan keseimbangan fisik dan psikis. Termasuk keseimbangan lokalitas dan globalisasi.

"Jangan sampai seorang pemimpin terlampau visioner, tapi melupakan permasalahan di dekatnya. Karena masalah besar itu sejatinya berawal dari masalah kecil. Karena itu pemimpin tak boleh abai pada masalah sekecil apapun," tuturnya.

"Pemimpin jangan sampai seperti air mancur, menyirami yang jauh, tapi justru yang di dekatnya kering karena tidak kena siram. Karena itu, pemimpin harus bisa merangkul seluruh elemen masyarakat," ujar putri KH. Masjkur Hasjim itu.

Terkait turunan dari Nawa Tirta, Lia belum mau bicara gamblang. Menurutnya, tidak etis karena ia belum resmi sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota. Namun ia mengungkapkan filosofi dari Nawa Tirta adalah air sebagai sumber kehidupan.

"Prinsipnya orang tidak bisa hidup tanpa air (tirta). Apalagi kota Surabaya identik dengan air, baik sebagai wilayah maritim dengan ikon Tanjung Perak, maupun secara geografis Surabaya dikelilingi oleh Sungai Brantas (Sungai Surabaya) dan Kalimas. Bahkan di masa lalu, Surabaya adalah kota perdagangan dengan sungai yang menjadi urat nadi lalu lintas perdagangan," pungkas kandidat doktor dari UIN Sunan Ampel, Surabaya tersebut. (mdr/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...