?Jesse Lorena, satu dari dua PSK yang dibunuh. Jesse diduga juga berasal dari Indonesia. Satu rekannya bernama Sumarti Ningsih alias Alice, juga ditemukan terbunuh. foto: repro dailymirror/bangsaonline
HONG KONG (bangsaonline)
Sumarti Ningsih, pekerja seks komesial (PSK) asal Indonesia, yang ‘menjajakan diri’ di Hong Kong, ditemukan tewas bersama rekannya. Satu orang ditemukan dalam kopor dengan posisi leher digorok, dan satu orang lagi ditemukan bersimbah darah, dengan pisau yang masih menancap di leher. Bagian bokong juga ada bekas tusukan.
BACA JUGA:
- Bisnis Seks di sekitar IKN Turun, Dulu PSK Dapat Rp 20 Juta, Kini Sepi, Kenapa?
- Dua Warga Rusia Didakwa Jual Teman Wanitanya untuk Jadi PSK di Bali
- Kawak Jadi Mucikari, Wanita di Ngawi Jajakan Anak Kandung Sebagai PSK dengan Modus Warkop Tepi Jalan
- Polsek Duduksampeyan Gresik Ungkap Praktik Prostitusi Terselubung di Warung Remang-Remang
Pelakunya adalah Rurik Jutting (29), seorang bankir lulusan Cambridge, yang bekerja di Bank of America Merrill Lynch, Hong Kong.
Polisi tercengang atas kebrutalan Jutting. Dua PSK ini ditemukan bersimbah darah. Lebih tercengang lagi, ketika ditemukan foto sekitar 2.000 perempuan di ponsel Jutting. Beberapa di antaranya adalah grafis dari perempuan yang sudah mati.
PSK ini bermarkas di ‘lokalisasi’ ‘distrik lampu merah’ Hong Kong. Mereka menggunakan nama "Jesse dan Alice".
Alice, ditemukan dalam kondisi tubuh telanjang dengan leher digorok. Tubuhnya dimasukkan kopor, di balkon lantai 31 sebuah apartemen. Diidentifikasi polisi, dia bernama Sumarti Ningsih (31) asal Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




