Sabtu, 21 September 2019 10:32

3 Kader Resmi Daftar Calon Ketua GP Ansor Jatim, Gus Abid dan Gus Syafiq Bakal Ketat

Kamis, 25 Juli 2019 23:37 WIB
Editor: .
Wartawan: M. Didi Rosadi
3 Kader Resmi Daftar Calon Ketua GP Ansor Jatim, Gus Abid dan Gus Syafiq Bakal Ketat
28 Pimpinan Cabang GP Ansor se Jatim mendaftarkan Gus Abid sebagai bakal calon Ketua PW GP Ansor Jatim pada Konferwil XIV di Ponpes Sabilurrosyad, Kota Malang. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hingga pendaftaran Calon Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur ditutup pada Rabu (24/7), tercatat ada tiga kader yang resmi mendaftar. Ketiga kader itu adalah, Ahmad Ghufron Siradj (Ra Gopong), Moh Abid Umar Faruq (Gus Abid), dan Syafiq Syauqi (Gus Syafiq).

Bakal calon ketua PW GP Ansor Jatim yang mendaftar terakhir itu adalah Syafiq Syauqi ketua PC GP Ansor Kabupaten Tuban dengan bermodalkan dukungan 23 PC dan 263 PAC. Padahal sebelumnya, Ghufron Siraj lebih dulu mendaftar dengan modal dukungan 7 PC dan 36 PAC, lalu disusul Moh Abid Umar Faruq dengan dukungan 28 PC dan 201 PAC.

Dari modal dukungan tersebut, publik sudah bisa mengetahui bahwa persaingan calon ketua PW GP Ansor masa khidmah 2019-2023 sejatinya bakal sengit diperebutkan oleh dua calon yakni Gus Abid dan Gus Syafiq.

Di sisi lain, kekhawatiran adanya dukungan ganda untuk pendaftaran bakal calon juga tak dapat dihindari. Sebab berdasarkan data hasil verifikasi tim carateker PW GP Ansor Jatim, jumlah peserta yang berhak menjadi peserta Konferwil GP Ansor Jatim pada 28 Juli 2019 di Ponpes Sabilurrosyad Gasek Kota Malang hanya sebanyak 38 PC dan 444 PAC.

Sedangkan 4 PC dan 222 PAC lainnya, tidak bisa memenuhi syarat verifikasi administrasi sehingga dinyatakan tidak berhak menjadi peserta. Sementara total jumlah dukungan yang diberikan kepada ketiga bakal calon yang sudah mendaftar tercatat sebanyak 60 PC dan 500 PAC atau jauh melebihi penetapan tim caretaker.

Abdul Kharis panitia pendaftaran bakal calon ketua PW GP Ansor Jatim menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan pra konferwil, rekomendasi dukungan ganda dari PC atau PAC akan dibatalkan keduanya jika tidak ada yang mencabut dukungan ke salah satu bakal calon.

“Nanti kami akan verifikasi dukungan tersebut, jika ditemukan ganda, lalu salah satu ada yang mencabut ya dapat kami sahkan dukungan tersebut ke salah satu calon yang didukung,” tegas Abdul Kharis didampingi Khoirul Anwar, Kamis (25/7).

Syafiq Syauqi menyatakan kalau ada dukungan ganda maka akan diserahkan kepada tim panitia untuk melakukan verifikasi. “Kami mematuhinya apa yang akan diputuskan panitia nantinya. Yang jelas untuk tahap ini berkas dukungan rekomendasi yang kami serahkan adalah bertanda tangan basah dan stempel basah, tapi sebagian kecil yang lain belum, ” katanya.

Ia juga menegaskan jika sebelumnya masih malu-malu maju di konferwil. Namun, ia menegaskan sekarang adalah saatnya untuk pembuktian dan pengabdian. Terlebih semua yang mencalonkan diri di Konferwil merupakan kader-kader terbaik.

"Untuk itu kami juga perlu diberi kesempatan menunjukkan khidmah di PW GP Ansor Jatim yang selama 2 tahun terakhir berjalan tidak normal," tuturnya.

“Sahabat-sahabat PC dan PAC GP Ansor yang menginginkan perbaikan PW GP Ansor Jatim ke depan juga mendorong dan mendukung sehingga saya memantapkan hati untuk mendaftarkan diri pada malam hari ini,” ujar menantu Bupati Tuban, Fathul Huda ini.

Sementara soal visi dan misi jika nantinya terpilih, cicit KH Wahab Hasbullah ini mengatakan akan sejalan dengan induk organisasi, yakni PP GP Ansor. Di antaranya revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan organisasi, dan pemberdayaan ekonomi kader.

Namun karena sudah ada tantangan nyata di depan mata, yakni rongrongan ideologi dan radikalisme, maka Gus Syauqi punya program unggulan atau semacam janji, yaitu program pletonisasi satu ranting satu pleton banser agar tidak ada ruang celah bagi kelompok radikal dan perongrong ideologi berkembang di Jatim.

“Radikalisme itu tidak bisa hanya dilawan dengan adu wacana pencerahan dan pendidikan, tapi juga harus dilakukan melalui pendekatan personal. Itulah nantinya tugas utama kader inti Banser supaya melakukan pendekatan personal pada orang-orang yang terpapar radikalisme di daerah masing-masing,” jelasnya.

Terpisah, Gus Abid Umar mengucapkan terima kasih atas dukungan cabang-cabang dan PAC-PAC kepada dirinya. “Sebetulnya saya enggan ikut hadir dalam pendaftaran, tapi sahabat-sahabat PC dan PAC masih membutuhkan tanda tangan saya baik untuk pendaftaran maupun kepesertaan, sehingga saya harus hadir,” katanya.

Sejumlah ketua PC GP Ansor yang ikut hadir dalam proses pendaftaran, kata Gus Abid cukup banyak. Di antaranya dari PC Kota Surabaya, Gresik, Magetan, Banyuwangi, Kab/Kota Pasuruan, Probolinggo, Kraksaan, Jombang, Trenggalek dan Madiun.

”Yang lain akan menyusul karena masih dalam perjalanan,” jelas mantan Kasat Korwil Banser Jatim tersebut.

Ia berharap pelaksanaan Konferwil GP Ansor Jatim yang akan berlangsung, Ahad (28/7) di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang berjalan dengan lancar dengan semangat musyawarah mufakat, atau tidak ada voting.

“Kami akan upayakan musyawarah mufakat. Sebab konferwil nanti itu bukan kompetisi tapi komposisi,” imbuh cucu pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, KH. Zainuddin Djazuli tersebut

Gus Abid mengungkapkan, Fokus PW GP Ansor Jatim ke depan, jika ia dipercaya dan mendapatkan amanah memimpin GP Ansor Jatim untuk 4 tahun ke depan adalah menjadikan Ansor Jatim Barometer Ansor Indonesia dan Dunia.

Karena itu, langkah yang akan dilakukan adalah melakukan percepatan Administrasi, Aktifasi SIGAP (Sistem Informasi Gerakan Pemuda Ansor), Pengajuan SK PAC secara Online, Pelatihan Administrasi dan Arsip untuk seluruh PC dan PAC.

Kemudian melakukan pengembangan Ekonomi berupa pengembangan minimarket di setiap PC, pengembangan Jaringan Travel Umroh dan Haji, membukakan Akses ke Pemprov ataupun Pemkab/Pemkot untuk percepatan ekonomi. Penataan Kaderisasi dan Supporting Instruktur Pelatihan Kader Setiap Jenjang.

Khusus untuk Banser akan ada unit khusus pelatihan Sosial Media, lalu Clusterisasi PC dan PAC.

“Kondisi masing-masing PC dan PAC yang tidak sama perlu adanya clusterisasi wilayah dan pemberian reward terhadap PC dan PAC berprestasi dalam hal akreditasi melalui Ansor AWARD tiap tahun,” beber Gus Abid. (mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...