Jumat, 23 Agustus 2019 09:06

DPRD Gresik dan APH Sepakat, Cakades Terlibat Money Politics Didiskualifikasi

Senin, 01 Juli 2019 16:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
DPRD Gresik dan APH Sepakat, Cakades Terlibat Money Politics Didiskualifikasi
Rapat kerja pimpinan DPRD Gresik dengan APH, Kepala OPD, dan AKD. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pimpinan DPRD Gresik menggelar rapat kerja (Raker) khusus membahas pelaksanaan Pilkades serentak di ruang rapat paripurna DPRD Gresik, Senin (1/7).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Nur Qolib ini dihadiri pimpinan dewan, Komisi I, dan II. Turut hadir juga Kasi Intel Kejari Bayu Probo Sutopo, Kabag Ops Polres Gresik AKP Harna, perwakilan Kodim 0817, Plt DPMD Edy Hadisiswoyo, Kepala Inspektorat, Kabag Hukum Nurlailie Indah. K, Ketua AKD Nurul Yatim, dan semua camat.

Ada tiga poin penting yang dibahas dalam raker kali ini. Yaitu, soal kesiapan pilkades, anggaran, dan money politics.

Nur Qolib menyatakan, money politics termasuk salah satu poin penting yang dibahas, mengingat isu tersebut menjadi keresahan. "Money politics ini menjadi momok yang harus diperangi untuk menjadikan pilkades berkualitas dan bermartabat," katanya.

Sementara menurut Bayu Probo Sutopo, money politics tidak hanya berupa pemberian uang untuk menggiring masyarakat agar memilih calon tertentu. "Sekarang kumpul-kumpul dapat sangu beras, uang, dan lainnya untuk mempengaruhi. Itu (juga) money politics, dan itu dilarang," ujarnya.

Bayu mengungkapkan, telah mengidentifikasi suap atau money politics di Pilkades serentak 2019. "Ada 12 item yang telah saya sampaikan demi menciptakan pilkades yang berkualitas, termasuk larangan money politics dan sanksi hukumnya bagi yang melanggar," terangnya.

Pada kesempatan ini, Bayu juga mempertanyakan dikosongkannya jabatan Kepala DPMD, sehingga hanya diisi seorang Plt. Padahal, saat ini adalah masa krusial dilaksanakan pilkades serentak.

Sementara soal anggaran pilkades, Edy Hadi Siswoyo menyatakan sudah siap. Hingga saat ini, sudah ada sejumlah panitia pilkades yang mengajukan, dan ada yang belum. "Bagi yang sudah mengajukan masih proses. Tapi bagi yang belum, bisa mengajukan," katanya.

Sementara Ahmad Nurhamim menyatakan, raker ini dilakukan demi terciptanya pilkades yang berkualitas dan bermartabat. "DPRD dan APH sepakat membuat kesepakat sesuai aturan Perda Nomor 18 tahun 2018, di mana money politics dilarang. Calon kepala desa yang terbukti money politics atau suap didiskualifikasi, dan masyarakat/pemilih terbukti menerima dipidana. Kami akan buat imbauan untuk disebarkan ke masyarakat agar tau dan tak melanggar aturan," pungkasnya. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...