Selasa, 14 Juli 2020 17:53

DPRD Gresik dan APH Sepakat, Cakades Terlibat Money Politics Didiskualifikasi

Senin, 01 Juli 2019 16:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
DPRD Gresik dan APH Sepakat, Cakades Terlibat Money Politics Didiskualifikasi
Rapat kerja pimpinan DPRD Gresik dengan APH, Kepala OPD, dan AKD. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pimpinan DPRD Gresik menggelar rapat kerja (Raker) khusus membahas pelaksanaan Pilkades serentak di ruang rapat paripurna DPRD Gresik, Senin (1/7).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Nur Qolib ini dihadiri pimpinan dewan, Komisi I, dan II. Turut hadir juga Kasi Intel Kejari Bayu Probo Sutopo, Kabag Ops Polres Gresik AKP Harna, perwakilan Kodim 0817, Plt DPMD Edy Hadisiswoyo, Kepala Inspektorat, Kabag Hukum Nurlailie Indah. K, Ketua AKD Nurul Yatim, dan semua camat.

Ada tiga poin penting yang dibahas dalam raker kali ini. Yaitu, soal kesiapan pilkades, anggaran, dan money politics.

Nur Qolib menyatakan, money politics termasuk salah satu poin penting yang dibahas, mengingat isu tersebut menjadi keresahan. "Money politics ini menjadi momok yang harus diperangi untuk menjadikan pilkades berkualitas dan bermartabat," katanya.

Sementara menurut Bayu Probo Sutopo, money politics tidak hanya berupa pemberian uang untuk menggiring masyarakat agar memilih calon tertentu. "Sekarang kumpul-kumpul dapat sangu beras, uang, dan lainnya untuk mempengaruhi. Itu (juga) money politics, dan itu dilarang," ujarnya.

Bayu mengungkapkan, telah mengidentifikasi suap atau money politics di Pilkades serentak 2019. "Ada 12 item yang telah saya sampaikan demi menciptakan pilkades yang berkualitas, termasuk larangan money politics dan sanksi hukumnya bagi yang melanggar," terangnya.

Pada kesempatan ini, Bayu juga mempertanyakan dikosongkannya jabatan Kepala DPMD, sehingga hanya diisi seorang Plt. Padahal, saat ini adalah masa krusial dilaksanakan pilkades serentak.

Sementara soal anggaran pilkades, Edy Hadi Siswoyo menyatakan sudah siap. Hingga saat ini, sudah ada sejumlah panitia pilkades yang mengajukan, dan ada yang belum. "Bagi yang sudah mengajukan masih proses. Tapi bagi yang belum, bisa mengajukan," katanya.

Sementara Ahmad Nurhamim menyatakan, raker ini dilakukan demi terciptanya pilkades yang berkualitas dan bermartabat. "DPRD dan APH sepakat membuat kesepakat sesuai aturan Perda Nomor 18 tahun 2018, di mana money politics dilarang. Calon kepala desa yang terbukti money politics atau suap didiskualifikasi, dan masyarakat/pemilih terbukti menerima dipidana. Kami akan buat imbauan untuk disebarkan ke masyarakat agar tau dan tak melanggar aturan," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...