Senin, 22 Juli 2019 22:05

Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban

Selasa, 18 Juni 2019 00:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban
Sosialisasi pencegahan perceraian dini dan pernikahan muda di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban mencatat pada pertengahan tahun 2019 ribuan pasangan telah diputuskan resmi bercerai.

Dari ribuan pasang tersebut, penyebab perceraian paling banyak didominasi perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, untuk mencegah tingginya angka perceraian, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban bersama OPD terkait menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan muda dan perceraian dini yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

"Dari catatan dinas terkait, Kecamatan Senori menyumbang angka pernikahan dini tertinggi disusul Kecamatan Semanding dan Tuban," kata Kabag Kesra Kabupaten Tuban, Eko Yulianto.

Di sisi lain, perwakilan Kemenag Tuban Moch. Qosim memaparkan keprihatinan atas tingginya angka perceraian di Bumi Wali. Pihaknya juga mengkritisi mudahnya mendapatkan surat dispensasi (N9) lewat perangkat Kesra (Mudin) bagi anak atau remaja di bawah umur yang hendak menikah.

"Jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi alangkah baiknya jika N9 diberikan bagi pasangan yang sudah benar-benar telah dewasa. Mengingat, jika pasangan belum dewasa dari segi pemikiran juga akan berpengaruh dengan kelangsungan rumah tangga," bebernya

Meskipun dari perspektif agama tidak disebutkan batasan usia seorang untuk melaksanakan pernikahan, namun ia menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1975 menyebutkan batasan minimal bagi pasangan nikah, yakni 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Sementara itu, perwakilan Graha Sakinah Tuban (GST), Umi Kulsum membeberkan, sesuai data dari PA Tuban penyebab maraknya perceraian karena faktor kekerasan.

"Rata-rata dalam setahun angka perceraian mencapai tiga ribu pasangan. Sementara dari tahun 2015 saja sudah mencapai 12 ribu janda usia produktif," ungkap Umi Kulsum. (ahm/rev) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...