Rabu, 18 September 2019 14:56

Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban

Selasa, 18 Juni 2019 00:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban
Sosialisasi pencegahan perceraian dini dan pernikahan muda di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban mencatat pada pertengahan tahun 2019 ribuan pasangan telah diputuskan resmi bercerai.

Dari ribuan pasang tersebut, penyebab perceraian paling banyak didominasi perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, untuk mencegah tingginya angka perceraian, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban bersama OPD terkait menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan muda dan perceraian dini yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

"Dari catatan dinas terkait, Kecamatan Senori menyumbang angka pernikahan dini tertinggi disusul Kecamatan Semanding dan Tuban," kata Kabag Kesra Kabupaten Tuban, Eko Yulianto.

Di sisi lain, perwakilan Kemenag Tuban Moch. Qosim memaparkan keprihatinan atas tingginya angka perceraian di Bumi Wali. Pihaknya juga mengkritisi mudahnya mendapatkan surat dispensasi (N9) lewat perangkat Kesra (Mudin) bagi anak atau remaja di bawah umur yang hendak menikah.

"Jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi alangkah baiknya jika N9 diberikan bagi pasangan yang sudah benar-benar telah dewasa. Mengingat, jika pasangan belum dewasa dari segi pemikiran juga akan berpengaruh dengan kelangsungan rumah tangga," bebernya

Meskipun dari perspektif agama tidak disebutkan batasan usia seorang untuk melaksanakan pernikahan, namun ia menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1975 menyebutkan batasan minimal bagi pasangan nikah, yakni 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Sementara itu, perwakilan Graha Sakinah Tuban (GST), Umi Kulsum membeberkan, sesuai data dari PA Tuban penyebab maraknya perceraian karena faktor kekerasan.

"Rata-rata dalam setahun angka perceraian mencapai tiga ribu pasangan. Sementara dari tahun 2015 saja sudah mencapai 12 ribu janda usia produktif," ungkap Umi Kulsum. (ahm/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...