Rabu, 27 Mei 2020 12:19

Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban

Selasa, 18 Juni 2019 00:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Kasus Pertengkaran Dominasi Putusan Cerai di Tuban
Sosialisasi pencegahan perceraian dini dan pernikahan muda di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban mencatat pada pertengahan tahun 2019 ribuan pasangan telah diputuskan resmi bercerai.

Dari ribuan pasang tersebut, penyebab perceraian paling banyak didominasi perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, untuk mencegah tingginya angka perceraian, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban bersama OPD terkait menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan muda dan perceraian dini yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (17/6).

"Dari catatan dinas terkait, Kecamatan Senori menyumbang angka pernikahan dini tertinggi disusul Kecamatan Semanding dan Tuban," kata Kabag Kesra Kabupaten Tuban, Eko Yulianto.

Di sisi lain, perwakilan Kemenag Tuban Moch. Qosim memaparkan keprihatinan atas tingginya angka perceraian di Bumi Wali. Pihaknya juga mengkritisi mudahnya mendapatkan surat dispensasi (N9) lewat perangkat Kesra (Mudin) bagi anak atau remaja di bawah umur yang hendak menikah.

"Jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi alangkah baiknya jika N9 diberikan bagi pasangan yang sudah benar-benar telah dewasa. Mengingat, jika pasangan belum dewasa dari segi pemikiran juga akan berpengaruh dengan kelangsungan rumah tangga," bebernya

Meskipun dari perspektif agama tidak disebutkan batasan usia seorang untuk melaksanakan pernikahan, namun ia menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1975 menyebutkan batasan minimal bagi pasangan nikah, yakni 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Sementara itu, perwakilan Graha Sakinah Tuban (GST), Umi Kulsum membeberkan, sesuai data dari PA Tuban penyebab maraknya perceraian karena faktor kekerasan.

"Rata-rata dalam setahun angka perceraian mencapai tiga ribu pasangan. Sementara dari tahun 2015 saja sudah mencapai 12 ribu janda usia produktif," ungkap Umi Kulsum. (ahm/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...