JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dalam upaya mencari terobosan dalam pemberdayaan petani dan inovasi pertanian durian, puluhan petani durian menggagas terbentuknya Asosiasi Petani Durian Indonesia (Apduri).
"Sudah sejak lama Wonosalam di Jombang dikenal secara alami sebagai sentra pertanian Durian, dan semalam lebih 50 petani durian telah berkumpul dan sepakat menggagas satu tonggak penting pertanian dan perkebunan durian tanah air dengan pendirian asosiasi untuk mewadahi pemberdayaan petani durian," papar di antara penggagas Asosiasi Petani Durian Indonesia (Apduri) Rully Anwar, Kamis (13/6).
BACA JUGA:
- Kenduren Duren Wonosalam 2025 Berlangsung Meriah, Wabup Jombang: Bentuk Rasa Syukur
- Jatim Penghasil Durian Terbesar, Khofifah Bakal Jadikan Ekspor Unggulan Demi Kesejahteraan Petani
- Jelang Musim Balap, Mario Aji Sambangi Kediaman Khofifah dan Disuguhi Durian Black Thorn Khas Blitar
- Usai Viral di TikTok Milik Khofifah, Durian Black Thorn Blitar Mulai Dilirik Pasar Luar Negeri
Dijelaskan Rully Anwar, ide pendirian Apduri muncul spontan ketika para petani dan pimpinan perkebunan durian menggelar silaturahmi petani durian di Kafe Bido, di areal wisata DeDurian Park, Wonosalam, Jombang.
"Jadi kami ingin ada lompatan dalam pertanian durian dari hulu ke hilir, termasuk dalam soal pemberdayaan petani. Dan harapannya asosiasi bisa menjadi jembatannya," imbuh Rully Anwar.
Dengan berhimpun dalam asosiasi, petani durian juga bisa membangun edukasi pada publik tentang durian.
"Durian itu adalah rajanya buah. Tapi kenapa petani durian belum mampu menjadi berdaya secara ekonomi? Tentu karena banyak hal, di antaranya tata niaga, budidaya tanam, dan pasca panen komoditi durian yang hanya berjalan apa adanya, mengalir dari tahun ke tahun. Maka, dengan kebersamaan dalam asosiasi ini adalah hal konkret menentukan langkah," tegas Rully Anwar, sekaligus juru bicara Apduri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




