Kamis, 12 Desember 2019 02:53

Lalu Lintas Semakin Padat, Kota Kediri Butuh Penambahan Infrastruktur

Rabu, 12 Juni 2019 18:49 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Lalu Lintas Semakin Padat, Kota Kediri Butuh Penambahan Infrastruktur
Salah satu pemandangan mobil berjejeran di jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri saat lebaran beberapa waktu lalu. Karena banyaknya kendaraan, akhirnya hanya bisa berjalan merambat dan sesekali berhenti.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Selama masa Lebaran lalu, terjadi kemacetan di sejumlah titik Kota Kediri. Masyarakat pun mulai mengeluhkan terjadinya kemacetan di mana-mana. Bahkan, bukan saat lebaran saja, pada jam-jam tertentu, atau hari Sabtu, terutama sering terjadi penumpukan kendaraan saat melintas di jembatan Bandar Ngalim Kota Kediri.

Banyaknya keluhan kemacetan itu dirasakan Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon. Ia mengungkapkan sering mendapat keluhan tentang kemacetan kota yang tidak kunjung terselesaikan saat lebaran beberapa waktu lalu. Kemacetan ini dinilai akan menjadi penghambat atas perkembangan ekonomi warga yang mulai bergeser yang bertumpu pada sektor industri, perdagangan, dan jasa.

Kholifi Yunon mengakui kemacetan tidak hanya pada saat lebaran. Pada hari-hari biasa pun jalanan di Kota Kediri sudah mulai tidak nyaman akibat kemacetan. Rekayasa jalan yang diterapkan untuk mengurai kemacetan hanya bersifat sementara.

“Ini berpengaruh pada suasana psikologis bagi pengunjung Kota Kediri. Siapa pun pasti tidak nyaman dengan kemacetan walaupun itu menggunakan mobil mewah sekalipun. Dan ini kaitannya dengan masa depan Kediri. Kalau tidak segera diatasi, orang akan malas berkunjung ke Kota Kediri,” kata Yunan dengan nada serius.

Menurutnya, warga Kota Kediri kini dalam masa transisi dengan menyandarkan ekonominya dari sektor agraris ke sektor industri perdagangan dan jasa. Karena dari sektor inilah yang mampu menopang kehidupan ekonomi warga Kota Kediri. "Dalam hitung-hitungan kami, sektor pertanian tidak lagi bisa dikembangkan di Kota Kediri," terangnya.

Ini artinya, kata Yunon,  segala upaya kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menyongsong agar Kota Kediri menjadi kota yang nyaman dari segi hunian maupun usaha. Sebab jika hanya rekayasa jalan untuk menyelesaikan persolan lalu lintas, hanya akan berlangsung 1-2 tahun saja.

Ia menilai, Kota Kediri harus menyiapkan untuk 15-20 tahun ke depan, mulai dari infrakstruktur untuk mewujudkan kota yang penduduknya bersandar pada basis ekonominya pada perdagangan dan jasa. "Salah satunya dengan membangun ifrastruktur untuk menciptakan kota yang nyaman untuk melakukan aktivitas apapun, baik itu untuk hunian atau usaha. Rekayasa lalu lintas hanya menyelesaikan persoalan 1-2 tahun," ujarnya

Selain itu, lanjut dia, sudah saatnya Kota Kediri memperluas kota, sehingga pusat keramaian tidak lagi terpusat pada beberapa titik. “Kedua, harus ada desain infrakstruktur sehingga kemacetan tidak lagi menjadi momok bagi para pengunjung. Dan inilah peran startegis pemerintah. Bagaimana dengan tindakan pemerintah kehidupan warga menjadi baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi yang lain,” harapnya.

Dia menyarankan, pembangunan fly over di jalur persimpangan rel kereta api ataupun membangun ring road yang dulu sempat diwacanakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan. “Itu akan membantu memperlancar arus lalu lintas saat ada kereta yang melintas dan menyebabkan kemacetan,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku telah menyiapkan beberapa langkah di antaranya infrastruktur, terutama dengan akan adanya bandara dan juga exit tol. Pihaknya tidak ingin dengan adanya exit tol Kota Kediri menjadi kota yang mati.

“Saat ini masih kita godok beberapa program pembangunan agar Kota Kediri perekonomiannya terangkat dengan adanya exit tol dan bandara,” ujarnya. (rif/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...