Senin, 23 September 2019 08:53

4.000 Ketupat Cokelat Ludes Diserbu Pengunjung Pada Tradisi Kupatan di Kampung Coklat

Rabu, 12 Juni 2019 16:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
4.000 Ketupat Cokelat Ludes Diserbu Pengunjung Pada Tradisi Kupatan di Kampung Coklat
Tumpeng ketupat cokelat saat hendak diarak keliling kampung.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 4.000 ketupat cokelat ludes diserbu pengunjung wisata edukasi Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (12/6/2019). Berbeda dari ketupat pada umumnya, di Kampung Coklat ketupat dimasak dengan menggunakan campuran coklat bubuk. Pengunjung dapat menikmati ketupat coklat ini gratis, lengkap dengan opor ayam.

Sebelum disajikan dan dibagikan kepada pengunjung, ketupat cokelat ini disusun menyerupai tumpeng raksasa, kemudian diarak keliling kampung. Dengan iringan lantunan sholawat, tumpeng ketupat cokelat kemudian dikirab memasuki lokasi Kampung Coklat. Lalu didoakan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kholid Mustofa, pengelola wisata edukasi Kampung Coklat mengatakan, untuk membuat 4.000 porsi ketupat cokelat ini dibutuhkan 2 kwintal beras dan 25 kilogram cokelat. "Untuk membuat 4.000 porsi ketupat cokelat ini dibutuhkan 2 kwintal beras dan 25 kilogram cokelat," ungkap Kholid Mustofa.

Tradisi kupatan menggunakan ketupat cokelat ini sudah berlangsung selama sejak enam tahun yang lalu. Dilaksanakan tepat tujuh hari usai Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. "Tujuanya adalah untuk melestarikan budaya kupatan, dan karena tempatnya di Kampung Coklat, maka ketupatnya kita buat berbeda dengan menambahkan cokelat bubuk," imbuhnya.

Sofia, salah satu pengunjung Kampung Coklat mengatakan, baru pertama kali menikmati sensasi unik ketupat cokelat. Dia bersama keluarganya sengaja datang ke Kampung Coklat, untuk menyaksikan tradisi kupatan ketupat cokelat.

"Bentuk dan rasanya beda karena ada cokelatnya. Selain gurih juga ada sensasi sedikit rasa manis dari cokelat," paparnya. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...