Senin, 24 Juni 2019 16:46

4.000 Ketupat Cokelat Ludes Diserbu Pengunjung Pada Tradisi Kupatan di Kampung Coklat

Rabu, 12 Juni 2019 16:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
4.000 Ketupat Cokelat Ludes Diserbu Pengunjung Pada Tradisi Kupatan di Kampung Coklat
Tumpeng ketupat cokelat saat hendak diarak keliling kampung.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 4.000 ketupat cokelat ludes diserbu pengunjung wisata edukasi Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (12/6/2019). Berbeda dari ketupat pada umumnya, di Kampung Coklat ketupat dimasak dengan menggunakan campuran coklat bubuk. Pengunjung dapat menikmati ketupat coklat ini gratis, lengkap dengan opor ayam.

Sebelum disajikan dan dibagikan kepada pengunjung, ketupat cokelat ini disusun menyerupai tumpeng raksasa, kemudian diarak keliling kampung. Dengan iringan lantunan sholawat, tumpeng ketupat cokelat kemudian dikirab memasuki lokasi Kampung Coklat. Lalu didoakan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kholid Mustofa, pengelola wisata edukasi Kampung Coklat mengatakan, untuk membuat 4.000 porsi ketupat cokelat ini dibutuhkan 2 kwintal beras dan 25 kilogram cokelat. "Untuk membuat 4.000 porsi ketupat cokelat ini dibutuhkan 2 kwintal beras dan 25 kilogram cokelat," ungkap Kholid Mustofa.

Tradisi kupatan menggunakan ketupat cokelat ini sudah berlangsung selama sejak enam tahun yang lalu. Dilaksanakan tepat tujuh hari usai Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. "Tujuanya adalah untuk melestarikan budaya kupatan, dan karena tempatnya di Kampung Coklat, maka ketupatnya kita buat berbeda dengan menambahkan cokelat bubuk," imbuhnya.

Sofia, salah satu pengunjung Kampung Coklat mengatakan, baru pertama kali menikmati sensasi unik ketupat cokelat. Dia bersama keluarganya sengaja datang ke Kampung Coklat, untuk menyaksikan tradisi kupatan ketupat cokelat.

"Bentuk dan rasanya beda karena ada cokelatnya. Selain gurih juga ada sensasi sedikit rasa manis dari cokelat," paparnya. (ina/rev)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...