Selasa, 11 Agustus 2020 10:33

Salat Tarawih Super Cepat di Blitar Berlangsung Seabad Lebih, Berikut Alasannya

Jumat, 10 Mei 2019 13:07 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
Salat Tarawih Super Cepat di Blitar Berlangsung Seabad Lebih, Berikut Alasannya
Masjid di Ponpes Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar tak pernah sepi jemaah salat tarawih.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebuah pondok pesantren di Kabupaten Blitar memiliki tradisi salat tarawih kilat. Disebut kilat karena pelaksanaan salat tarawih hanya berlangsung sekitar 10 menit untuk menyelesaikan 23 rakaat.

Tradisi terawih cepat itu dijalankan di Ponpes Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Pengasuh pondok KH Dliya'uddin Azzamzammi mengatakan, tradisi ini sudah dilakukan lebih dari seabad. Diawali oleh kakeknya KH. Abdul Gofoer yang juga pendiri pondok pesantren pada tahun 1907.

"Tradisi ini sudah dilakukan oleh mbah saya. jadi sudah lebih dari se abad. Dimulai sejak sekitar tahun 1907," ungkap KH Dliya'uddin Azzamzammi mengawali kisahnya, Jumat (10/5).

Dia menceritakan, sejarah dilakukanya salat tarawih kilat ini alasanya adalah agar masyarakat mau menjalankan salat tarawih. Menurut dia masyarakat zaman dahulu selalu bekerja dari pagi hingga sore. Karena lelah bekerja mereka kemudian meninggalkan salat tarawih di bulan Ramadan.

"Alasanya supaya masyarakat mau menjalankan salat tarawih. Kalau terawih terlalu lama akhirnya banyak yang tidak tarawih karena capek," ujar dia.

Akhirnya salat tarawih dicepatkan agar masyarakat tetap mau beribadah menjakankan salat tarawih di bulan Ramadan, dan mereka tetap bisa bekerja dan waktu istirahat yang cukup.

KH Dliya'uddin Azzamzammi menambahkan, meski dilakukan super kilat namun pihak pesantren memastikan tidak ada rukun salat yang tertinggal. Salat tetap sah sesuai syariat hukum Islam.

"Tidak satu pun mengurangi syarat dan rukun salat bahkan tidak menghilangkan tuma'ninah," terang dia.

Tradisi ini tetap dilestarikan hingga saat ini. Masjid yang berada di lingkungan Ponpes Mambaul Hikam ini tidak pernah sepi dari ribuan jamaah. Jamaah tidak hanya dari kalangan santri Ponpes Mambaul Hikam dan warga yang tinggal di sekitar lingkungan pondok, namun juga dari daerah lain seperti Kediri dan Tulungagung. (akina nur alana)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...