Kamis, 18 Juli 2019 08:26

Jelang Ramadhan, DK3P dan Lintas Komunitas Ziarah ke Makam Pak Sakera

Minggu, 05 Mei 2019 22:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Jelang Ramadhan, DK3P dan Lintas Komunitas Ziarah ke Makam Pak Sakera
Berbagai komunitas ziarah ke makam Pak Sakera menjelang bulan Ramadhan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kab. Pasuruan (DK3P) bersama lintas komunitas memenuhi Makam Pak Sakera menjelang Ramadhan, Ahad (5/5) malam. Tampak komunitas ojek online, Karang Taruna, Pramuka, suporter Sakeramania, Badan Promosi Pariwisata Kab. Pasuruan dan perwakilan pemerintah setempat hadir dalam acara itu.

Ketua DK3P Ki Bagong Sabdo Sinukarto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk uri-uri tradisi Jawa yang disebut Nyadran, yakni ziarah menjelang puasa ke makam tokoh yang diidolakan atau dibanggakan. 

Ia berencana akan menggelar kegiatan tersebut secara rutin guna mengingatkan bahwa bahwa Pasuruan memiliki tokoh bernama Sagiman atau lebih populer dengan sebutan Pak Sakera, sosok pahlawan nasional tanpa tanda jasa.

"Dengan demikian kami mengajak kepada masyarakat supaya acara ini dijadikan agenda tahunan," jelas dia kepada BANGSAONLINE.com di lokasi makam, tepatnya di Dusun Bekacak, Kolursari, Bangil, Pasuruan (5/4).

Acara tersebut diikuti ratusan orang. Mereka menggelar doa bersama, disertai penjelasan sosok perjuangan Pak Sakera yang senantiasa membela kaum buruh yang dianiaya Kolonial Belanda.

Bagong, salah satu anggota DK3P, menceritakan asal-usul Sagiman yang kemudian dipanggil dengan sebutan Sakera. Nama Sakera sendiri merupakan nama anak laki-laki Sagiman.

"Dia (Sagiman, red) bercita-cita bahwa kelak kalau punya seorang anak laki-laki akan dinamakan Sakera. Alhasil keinginan Sagiman terkabulkan, ia mempunyai anak laki-laki dan dinamai Sakera. Namun beberapa bulan kemudian, Sakera meninggal dunia saat ia masih bayi. Tradisi orang jawa kalau manggil seorang bapak yang sudah berkeluarga, panggilannya terbiasa diambil dari anak pertama. Sehingga meski Sakera sudah meninggal, Sagiman lebih akrab dipanggil Pak Sakera," ceritanya.

Dari sisi perjuangan, lanjut Bagong, Pak Sakera selalu ada di depan jika pemerintah Kolonial Belanda berlaku sewenang-wengan terhadap rakyat Pasuruan, umumnya rakyat Indonesia.

Atas perjuangan Sakera itulah, DK3P berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan supaya mengusulkan gelar pahlawan nasional. "Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan supaya makam Pak Sakera ini ada perhatian khusus. Kalau bisa tidak hanya itu, tapi Pak Sakera diperjuangkan supaya mendapat gelar pahlawan," pungkas Bagong. (afa/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...