Rabu, 16 Oktober 2019 12:47

Pemprov Jatim Raih Penghargaan LKPPD Terbaik se-Indonesia

Kamis, 25 April 2019 18:23 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Didi Rosadi
Pemprov Jatim Raih Penghargaan LKPPD Terbaik se-Indonesia
Pemprov Jatim meraih penghargaan terbaik atas Laporan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LKPPD) Tingkat Nasional Tahun 2017. Penghargaan itu diserahkan oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo. foto: ist

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXIII tahun 2019 tingkat nasional yang diselenggarakan dalam suasana upacara di Kabupaten Banyuwangi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov Jatim. Pemerintahan di ujung timur pulau Jawa ini meraih penghargaan terbaik atas Laporan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LKPPD) Tingkat Nasional Tahun 2017. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang digelar di lapangan Diponegoro, Kab. Banyuwangi, Kamis, (25/4).

Selain Pemprov Jatim, Mendagri Tjahjo Kumolo juga menyerahkan penghargaan kepada Prov. Jawa Barat (Jabar) dan Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedang kategori kabupaten/kota diberikan kepada Kab. Pasuruan, Kab. Sidoarjo. Kab. Banyuwangi, Kota Madiun dan Kota Surabaya.

Saat memimpin peringatan Hari Otoda XXIII, Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan, perjalanan otonomi daerah pasca reformasi hingga sekarang dapat dikatakan memiliki banyak kemajuan. Karena, otonomi daerah dinilai telah memberikan solusi yang mendorong kemajuan pembangunan daerah. Dimana dengan adanya otoda, masyarakat didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.

Setidaknya, lanjut Tjahjo Kumolo, terdapat beberapa prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Secara nyata, otoda telah mendorong budaya demokrasi dalam kehidupan masyarakat. Otoda sendiri, juga dirasa telah mampu menumbuh kembangkan masyarakat dalam mengeluarkan pikiran secara terbuka serta berkumpul.

"Kemudian otoda memiliki kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi aktif membangun daerahnya,"ungkap dia.

Sementara menanggapi diterimanya penghargaan, Gubernur Kofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterimanya. Dirinya berharap, apa yang sudah diperoleh menjadi lecutan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kinerja mereka.

"Menjaga penghargaan yang sudah kita dapat dan itu harus semakin menguatkan kita bahwa kita dituntut untuk terus bekerja lebih baik dan baik lagi,"ujar dia.

Tuntutan tersebut, ujar Gubernur Khofifah, harus semakin menguatkan tagline yang diinginkannya yakni CETTAR (Cepat, Efektif, Transparan, Tanggap, Akuntabel dan Responsif).

"Termasuk dalam pelayanan publik yang dipamerkan juga bisa diimplementasikan,"pinta dia.

Terkait dengan peringatan Hari Otoda XXIII, gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menyampaikan, bahwa otoda sendiri berseiring dengan demokratisasi. Bagaimana tema yang diangkat bisa semakin meningkatkan kualitas SDM, serta mampu meningkatkan pembangunan daerah yang kreatif dan inovatif. Sehingga, dalam membangun sebuah daerah di era otoda saat ini bukan dibutuhkan orang hebat dan kuat. Tetapi kreativitas dan inovatif dinilai jauh lebih penting.

"Kita sering menyampaikan banyak orang hebat, banyak orang kuat tapi kalah dengan orang yang kreatif dan inovatif. Jadi hebat dan kuat itu penting juga, tetapi bahwa kreatif dan inovatif itu perlu dorongan, perlu suasana dimana kita tidak cepat puas," terangnya.

Sehingga, Gubernur Khofifah berharap, agar peringatan otoda kali ini bisa semakin memacu semangat untuk terus maju membangun Jatim.

"Kita melihat bahwa tetangga kanan kiri kita itu lari, tapi kita harus larinya lebih kencang. Kalau tetangga kanan kiri kita kerja keras, maka kita harus bekerja lebih keras lagi. Dan kerja keras dan kerja cerdas, kemudian jangan lupa tuntas," jelasnya.

"Jadi para ASN harus jadi striker-striker handal. Ada yang kemudian jadi back kanan, back kiri. Tapi harus banyak yang jadi striker. Agar mereka bisa menggiring program bisa tercapai goal. Jadi harus punya team work, yakni satu kesatuan. Tidak bisa lari kencang sendiri,"imbuh dia.

Sementara itu, peringatan Hari Otoda XXIII kali ini mengambil tema "Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif" dan peringati juga di seluruh pemerintahan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Gubernur Tinjau Mall Pelayanan Publik

Setelah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otoda XXIII, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Mendagri RI, Tjahjo Kumolo meninjau mall pelayanan publik Kab. Banyuwangi.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim sempat melakukan komunikasi dengan masyarakat yang sedang mengurus kependudukan. Beragam kemudahan perijinan yang bisa diperoleh masyarakat di Mall Pelayanan Publik diantaranya layanan kependudukan dan pelayanan sipil, pemeriksaan kesehatan, perijinan umum, layanan paspor membayar listrik dan mengirim surat via pos.

Ada hal yang menarik di Mall Pelayanan Publik dimana setiap 15 menit pegawai mengajak para masyarakat melakukan senam peregangan. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jatim, Mendagri RI dan Bupati Banyuwangi ikut serta melakukan senam peregangan diiringi lagu Meraih Bintang dari Via Vallen. (mdr/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri MakmunFenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik dikalangan artis, publik figur maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh nitezen...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...