Jumat, 23 Agustus 2019 17:09

Loyalis Gus Dur dan Kiai Kampung jadi Faktor Penentu Kemenangan Jokowi di Jatim

Sabtu, 20 April 2019 19:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Loyalis Gus Dur dan Kiai Kampung jadi Faktor Penentu Kemenangan Jokowi di Jatim
Capres nomor urut 01, Ir. H. Joko Widodo saat ini unggul dalam hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berdasarkan hasil quick count dari sejumlah lembaga, kunci kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ada pada Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemenangan di Jawa Tengah bukan hal aneh lagi, sebab itu merupakan kandang Jokowi dan PDI Perjuangan selaku partai pengusung.

Sedangkan di Jawa Timur, kemenangan dengan margin yang besar (antara 65 persen - 69 persen menurut quick count) sebenarnya cukup mengejutkan. Sebab, boleh dibilang Jokowi tidak mempunyai kedekatan akar rumput dengan masyarakat Jawa Timur.

Memang benar ada tokoh seperti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mantan Gubernur Jatim, Soekarwo dan mantan Wagub Jatim, Saifullah Yusuf. Tapi tetap ada faktor kekuatan tambahan yang membuat margin kemenangan semakin lebar.

Menurut pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo, salah satu kunci kemenangan tersebut adalah bersatunya kiai-kiai kampung di Jawa Timur.

"Jadi, jika para elit di Jakarta saling mengklaim kemenangan itu merupakan hal yang semu. Mereka hanya memungut hasil kerja keras massa akar rumput yang berjuang di lapangan," urai Suko, Sabtu (20/4).

Pendapat Suko memang beralasan. Setidaknya ada variabel tambahan yang membuat suara pasangan Jokowi-Amin ini meningkat. Salah satunya adalah solidnya barisan massa akar rumput NU. Diantaranya adalah jaringan kiai kampung, jaringan ibu-ibu majelis taklim, dan jaringan loyalis Gus Dur.

Makin solid setelah putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid yang merupakan pembina Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) beberapa kali turun ke Jatim membawa jaringan loyalis Gus Dur.

Sekadar diketahui, Gus Dur memang dikenal dekat dengan massa akar rumput NU. Bahkan, pencetus nama kiai kampung adalah Gus Dur. Kiai Kampung sendiri merujuk pada kiai-kiai di ponpes kecil yang selama ini tidak menjabat dalam struktural. Di Jawa Timur, populasi kiai kampung ini sangat banyak.

Apalagi, jaringan loyalis Gus Dur dan kiai kampung ini berhasil mendesakkan sejumlah program yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Yang paling terkenal adalah penggratisan Jembatan Suramadu.

Meski bukan satu-satunya, faktor lobi Yenny Wahid kepada Jokowi untuk itu cukup penting. Setelah Yenny mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, pemerintah Jokowi mengeluarkan keputusan penggratisan jembatan Suramadu.

Yenny sendiri bahkan menggelar acara dua kali di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep yang menghadirkan Jokowi dua kali. Meski di Madura Jokowi tetap saja kalah, namun penggratisan jembatan Suramadu tersebut bisa menahan margin kekalahan itu tidak seperti 2014 lalu. Banyak kalangan Madura, terutama yang bermigrasi ke Surabaya, merasa diuntungkan dengan keputusan tersebut.

Sebut saja, Choirul. Pria penjual soto asal Madura itu merasa cukup diuntungkan dengan keputusan tersebut. "Wah, orang Madura seperti saya ini merasa diuntungkan," katanya. "Jokowi bagus, memperhatikan rakyat," tambahnya.

Terpisah, Yenny Wahid mengatakan bahwa kemenangan di Jawa Timur itu milik rakyat Jawa Timur sendiri. "Terlalu berlebihan jika saya dianggap faktor penentu. Ada banyak pihak yang berjuang bersama memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin," katanya.

Yenny lalu menyebut nama Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Pakde Karwo, elemen kiai kampung, dan banyak nama lainnya lagi. "Mereka-mereka ini semua yang memenangkan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sedulur Jokowi Jawa Timur HM. Misbahus Salam menyebut bahwa faktor Yenny Wahid menjadi salah satu faktor yang menentukan kemenangan. "Ning Yenny punya pengaruh signifikan. Sebagai putri Gus Dur, tentu membawa magnet tersendiri bagi para kiai dan masyarakat di Jawa Timur," kata pria yang juga wakil ketua PCNU Jember tersebut. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...