Jumat, 23 Agustus 2019 17:09

Tafsir Al-Isra’ 36: Sejatinya Menyanyi, Cuma Promonya Shalawatan

Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra’ 36: Sejatinya Menyanyi, Cuma Promonya Shalawatan
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

“ ... kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaa”. Bahwa telinga, mata, hati dan semua anggota badan akan diadili nanti, ditanya dan harus dipertanggugjawabkan. Bisa diterka bentuk pertanyaan Tuhan terhadap pendengaran, kira-kira begini:” Hai telinga, selama di dunia kamu dipakai mendengarkan apa saja?

Dengan sangat jujur telinga memberi pengakuan, kami lebih sering dipakai mendengarkan musik, menguping orang bicara, mendengarkan bacaan al-qur’an dsb. Begitu pula penglihatan, banyak mana mata ini dipakai melihat mushaf al-qur’an atau melihat layar TV, HP, dll. Hati, banyak mana dipakai berdzikir, bermunajah, atau liar ke mana-mana?

Mulut, untuk dzikir, baca al-Qur’an, shalawatan, menyanyi atau menyanyi dengan lirik shalawat? Maksudnya: sejatinya menyanyi, cuma dalihnya membaca shalawat. Yakni: bermusik, bernyanyinya lebih dominan ketimbang jiwa hudlurnya di hadapan Rasulullah SAW. Sebab, orang yang jiwanya benar-benar hadir di hadapan Rasulullah SAW pasti khusyu’ dan tidak akan sanggup memainkan alat musik.

Diillustrasikan seperti ini, bahwa Utsman ibn Affan pernah ditanya: ”apa tuan pernah senang atau bangga terhadap amal perbuatan yang pernah tuan lakukan? Karena dialog tertutup dan pribadi, meski berat, Utsman mau membuka rahasia hatinya: "Ya, sejak aku kenal al-Qur’an, alhamdu lillah – aku tidak pernah menyanyi”.

Pernyataan sahabat Utsman ini menunjukkan kejujurannya, betapa asyik menyanyi atau mendengarkan musik itu menyedot total perhatian sehingga tidak heran bila kehadiran Allah SWT terkesampingan. Sekelas Jalaluddin al-Rumy saja masih sambat-sambat dalam menghadairkan Tuhan.

Benar, bahwa al-Rumy bermusik, tarian, tapi sekilas sebagai pengantar suluk dan cepat-cepat ditinggalkan. Benar, bahwa ada wali pakai seni, musik, gamelan, tapi hanya antaran berdakwah, lalu ditinggalkan. Bukan untuk show dan mencari mata pencaharian ke sana kemari.

Rasakan sendiri soal orang yang bershalawat dalam musik. Mana yang paling mengasyikkan: ”Shalawatnya atau musiknya?”. Jika shalawatnya lebih dominan memenuhi qalbu, maka dia bershalawat. Tapi jika musiknya yang dominan, maka sejatinya dia bernyanyi, meski promonya bershalawat.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...