Selasa, 22 Oktober 2019 16:40

Tafsir Al-Isra’ 36: Larangan Sok Pintar

Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra’ 36: Larangan Sok Pintar
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Setelah nasehat kejujuran, termasuk di dalamnya larangan memakan harta anak yatim, mengurangi timbangan dan sebagainya, kini larangan diperdetail hingga ranah kerja intelektual. Seorang mukmin dilarang sok tahu, padahal tidak tahu. Sok pinter, padahal tidak pinter. (inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaa).

Ketahuilah, bahwa semua kerja anggota badan kita ini, masing-masing akan diminta pertanggungjawaban. Bukan saja secara gelondongan, melainkan satu per satu. Telinga ditanya sendiri soal apa saja yang pernah didengar. Mata juga ditanya dan hati juga dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah dipikir. Inn al-sam’ wa al-bashar wa al-fu’ad kull ula’ik kana ‘anh mas’ula.

Di sini, mulut tidak disebut sebagai anggota tubuh yang ditanya Tuhan nanti, padahal mulut adalah biang keburukan, sekaligus kebajikan. Mengapa? Untuk memberi kesan serius dan tajam. Pendengaran yang pasif dan hanya menerima saja, begitu pula penglihatan dan hati, semua itu ditanya dan dimintai pertanggungjawaban, apalagi mulut yang aktif dan pandai bersilat lidah.

Seperti ditera pada surah Yasin: bahwa pada pengadilan Tuhan nanti, mulut justru dinonaktifkan sehingga tidak bisa membela anggota badan lain yang sedang diadili. Hari ini, tentu tidak bisa dinalar oleh manusia soal bagaimana bahasa teliga, bahasa mata ketika menjawab pertanyaan Tuhan.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Senin, 21 Oktober 2019 20:30 WIB
BATU, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat membantu mengatasi dampak bencana alam akibat angin kencang yang melanda desa sumberbrantas kota Batu, Sabtu malam (19/10). Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Jatim support ...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...