Rabu, 22 Mei 2019 18:49

Gubernur Khofifah Minta Layanan Kesehatan Disinergikan

Jumat, 12 April 2019 22:45 WIB
Editor: .
Wartawan: M Didi Rosadi
Gubernur Khofifah Minta Layanan Kesehatan Disinergikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menkes RI Nila Djuwita F. Moeloek memasuki tempat acara Rakor Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur bertempat di Hotel Bumi Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar pelayanan bidang kesehatan yang dirancang Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bisa disinergikan dengan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Hal tersebut penting dilakukan sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jatim.

“Mohon dibangun sinergitas yang komprehensif dalam hal layanan kesehatan, baik di sisi kuratif, promotif, maupun preventifnya, sehingga bisa memberikan layanan yang berkualitas,” ungkap Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jatim, di Hotel Bumi, Surabaya, Jumat (12/4).

Gubernur Khofifah menjelaskan, salah satu sinergitas yang penting yakni koordinasi antara pos kesehatan desa (poskesdes), klinik pratama, puskesmas, puskesmas pembantu (pustu) dan RS daerah tentang sistem perujukannya. Distribusi dokternya juga harus dicek betul sehingga bisa mencapai lingkup terkecil.

“Kita harus melihat jumlah dokter yang tersedia dengan kemungkinan distribusi dokter di seluruh wilayah Jatim,” ujarnya.

Ditambahkan, khusus bagi pos kesehatan pesantren (poskentren) harus diberikan pendampingan secara intensif, supaya juga bisa mendapatkan kapitasi dari fasilitas BPJS. Apalagi, jumlah pesantren di Jatim mencapai 6.003 dengan jumlah santri mencapai lebih dari 1 juta orang.

“Keberadaan poskestren menjadi penting untuk bisa mewujudkan santri di Jatim sehat dan bersih,” imbuh Gubernur Khofifah.

Terkait perawat, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa seorang perawat yang disebar hingga ke desa-desa mendapatkan honor dari APBD Provinsi dengan nilai nominal sebesar Rp. 1.450.000. Nilai ini memang masih di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Oleh sebab itu, setiap kabupaten/kota diharapkan bisa menambah hingga memenuhi nilai standar UMR yang ditentukan.

“Mari kita koordinasikan untuk bisa sharing honor perawat untuk perluasan cakupan cakupan usaha peningkatan kesehatan masyarakat,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim ini sembari menambahkan bahwa ini merupakan salah satu usaha agar para perawat tersebut bisa kerasan dan nyaman.

Selain itu, khusus untuk penyakit tidak menular (PTM) tidak bisa dilakukan sekedar deteksi dini, namun juga kesadaran kolektif semua pihak. Persoalan life style atau gaya hidup menjadi faktor penentu kesehatan. Berdasarkan data yang ada, pola hidup sehat rata-rata sampai dengan umur 62 tahun, sehingga saat memasuki lansia banyak yang tidak sehat.

“Yang perlu diseriusi bersama yakni langkah preventif akan kenaikan penderita diabetes, sebab diabetes ini bisa berdampak pada kesehatan mata, jantung, ginjal dan lainnya. Karenanya mari kita jaga pola hidup sehat,” terang Gubernur Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Kerja. (mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...