Tim Pemenangan Prabowo-Sandi saat audiensi di Bawaslu Kabupaten Pamekasan, tagih soal laporan dugaan kampanye hitam oknum Kapolsek di Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Tim Pemenangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan audiensi ke Kantor Bawaslu Pamekasan, Jl Segara, Senin (8/4).
Kedatangan puluhan pendukung capres nomor urut 02 tersebut untuk menindaklanjuti laporan tentang pernyataan Kapolsek Kecamatan Kota Pamekasan dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, Kapolsek Pamekasan Kota dinilai melontarkan penyataan tidak netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
BACA JUGA:
- Bersama Bawaslu, Wakil Bupati Pamekasan Tegaskan Komitmen Kawal Demokrasi
- Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Jatim Gelar Media Gathering di Kota Batu Selama 3 Hari
- Bawaslu Minta Kades dan Lurah se-Pamekasan Jaga Netralitas Pilkada 2024, 4 Poin ini Jadi Kesepakatan
- Penuhi Unsur Money Politic, Bawaslu Limpahkan Kasus Tim Paslon Kharisma ke Polres Pamekasan
Bendahara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Pamekasan, Chairul Kalam mengatakan, kedatangannya ke kantor Bawaslu ingin klarifikasi terkait laporan yang sudah dilayangkan oleh Tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Laporan tersebut sudah dilayangkan sejak Kamis (4/4) lalu. Namun sampai saat ini, pihak Bawaslu Pamekasan masih belum melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan.
"Kami datang ke sini hanya meminta kepada Bawaslu agar proses hukum tersebut harus ditegakkan dengan benar," ujar Chairul Kalam saat dikonfirmasi rekan-rekan media.
"Kami perwakilan dari teman-teman merasa kecewa terhadap kinerja Bawaslu Pamekasan karena register terkait laporan kami belum diregister sampai saat ini," sambungnya.
Meski begitu, Khairul Kalam menyatakan pihaknya masih percaya kepada Bawaslu Pamekasan akan tetap bekerja secara profesional.
"Kami akan tunggu 7 hari kerja Bawaslu Pamekasan dan kami akan menerima hasil kajian yang akan disampaikan oleh Bawaslu terkait pasal yang akan disangkakan kepada Kapolsek Kecamatan Kota terkait perkataannya di video yang beredar di media massa," jelas Chairul Kalam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




