FRPB Pamekasan saat memberikan pelatihan di PP Matsaratul Huda Panempan Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur yang merupakan gabungan para relawan, menggencarkan pendidikan tangguh bencana ke berbagai pondok pesantren (ponpes) di bumi gerbang salam.
Menurut Ketua FRPB kabupaten Pamekasan Budi Cahyono, langkah itu dilakukan untuk menekan terjadinya risiko apabila terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, angin kencang, dan bencana kebakaran.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
"Bentuk pendidikan yang kami sampaikan adalah teori dan praktik, yakni berupa simulasi secara langsung kepada para santri," kata Budi saat memberikan pelatihan di PP Matsaratul Huda di Desa Panempan, Rabu (3/4).
Budi yang juga Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Pamekasan menjelaskan bahwa yang disampaikan dalam setiap kegiatan pendidikan tentang kebencanaan tersebut adalah pada risiko bencana.
"Ketika mereka tahu akan risiko dari bencana, maka diharapkan mereka bisa mengurangi dampak dan risiko bencana itu sendiri," katanya.
Pondok Pesantren yang menjadi sasaran pendidikan ini yang terletak di daerah bencana alam, seperti bencana angin kencang, banjir, dan angin puting beliung.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




