Jumat, 19 Juli 2019 16:38

Baru Sebulan Ditambal, Jalan Balongbendo-Mojokerto Hancur Lagi

Minggu, 24 Maret 2019 18:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Baru Sebulan Ditambal, Jalan Balongbendo-Mojokerto Hancur Lagi
Korban kecelakaan lalu lintas di Desa Wonokupang. Sepanjang Minggu (24/3) pagi-siang kecelakaan bertubi-tubi terjadi di jalur maut tersebut.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kegembiraan masyarakat pengguna jalan nasional Balongbendo-Mojokerto sepertinya cepat pupus. Sebaliknya, masyarakat terutama pengguna kendaraan bermotor akan makin kesal seiring dengan kondisi jalan protokol yang ternyata sering rusak.

Padahal, jalan tersebut baru sebulan lalu ditambal sulam oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Metropolitan II. Instansi ini yang bertanggung jawab terhadap bagus dan parahnya jalur sibuk tersebut.

"Korban lagi, jeglongan sewu di Balongbendo. Korban sekarang dibawa ke RS Anwar Medika. Sampai kapan jalan ini bergelombang," cecar W Aries M, seorang aktivis kemanusiaan Info Lantas Mojokerto dalam medsosnya.

"Mertex (Pabrik tekstil di Mojoanyar) sampai Terminal (Kertojoyo) juga bergelombang," lapor NP, netizen yang lain.

Karena kerusakan jalan tersebut, warga memberi imbauan tertulis. "Dimohon kalau lewat Balongbendo terutama yang arah Mojokerto tetap fokus & berhati-hati. Karena banyak sekali jalan berlubang.. keep safety ridding," pesannya.

Sepanjang Minggu (24/3) pagi hingga siang ini, tercatat sebanyak tiga pengendara motor terjengkang dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) setempat.

Roda ranmor R2 itu gagal menghindar lubang jalan yang makin banyak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Wonokupang. Kerusakan jalan ini terbilang parah, mulai dari Desa Suwaluh-Desa Seduri yang baru digelari aspal baru.

Namun demikian, upaya perbaikan yang dilakukan pihak berwenang tak berlangsung lama. Tak butuh waktu lama, jalan tersebut kembali hancur. Kini puluhan lubang berdiameter hingga 2 meter dengan kedalaman 20 cm, menjadi warna buruk jalan tersebut.

Untuk mencegah angka kecelakaan, warga Wonokupang bersama dengan masyarakat penggiat lantas menempatkan karung-karung berisi pasir ke lubang jalan. Untuk menandai lubang yang dalam warga menempatkan rumput-rumput tinggi di kubangan jalan.

Sementara itu, aktivitas lantas di Sidoarjo juga memberi coretan cat pada lubang-lubang tersebut. Mereka juga menuliskan tulisan dari cat semprot agar berhati-hati pada kawasan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tindakan pembenahan dari BBPJN. Informasinya, pihak BBPJN hendak melakukan pembenahan di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (yep/ian) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...