Jumat, 28 Februari 2020 02:16

Diduga Rusak Patok Pembangunan Kilang Minyak, Tiga Warga Jenu Diperiksa Polres Tuban

Sabtu, 23 Maret 2019 15:17 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Gunawan Wihandono
Diduga Rusak Patok Pembangunan Kilang Minyak, Tiga Warga Jenu Diperiksa Polres Tuban
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Muatijat Priyambodo.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kepolisian Resort (Polres) Tuban terus mendalami terkait adanya laporan pengerusakan patok yang terpasang di sekitaran lahan pembangunan kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Tiga orang yang diduga terlibat aksi pengerusakan patok di sekitaran lahan untuk pembangunan kilang minyak Tuban diperiksa. Mereka berinisial M, S, dan HS yang merupakan warga ring satu lokasi pembangunan kilang minyak Tuban.

"Ketiganya saat ini masih kita lakukan pemeriksaan, dan status ketiganya masih sebagai saksi," ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Muatijat Priyambodo, Sabtu (23/3).

Pemeriksaan terhadap ketiga warga tersebut membuat masyarakat dari enam desa terdampak pembangunan kilang minyak murka. Keenam desa tersebut, yakni, Desa Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, Remen, Mentoso, dan Kaliuntu. Karena tidak terima rekannya diperiksa, ratusan massa dari enam desa itu meluruk Mapolres Tuban, Jumat (22/3) malam. Mereka menuntut agar ketiganya segera dibebaskan.

Namun demo yang digelar pada malam hari tersebut dibubarkan paksa pihak keamanan. Hal itu dilakukan demi keamanan. Di samping itu, demo yang dilakukan warga tersebut tanpa disertakan dengan surat izin.

"Demo yang dilakukan warga ini tidak akan mempengaruhi proses penyelidikan," imbuh Kasat.

Lebih lanjut, pihaknya telah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat aksi pengerusakan patok tersebut. Dirinya juga tidak menampik jika pihak Polres melakukan penjemputan paksa kepada salah satu warga yang diduga kuat ikut terlibat dalam pengerusakan patok.

"Mereka ini awalnya mengantarkan surat izin untuk melaksanakan kegiatan, namun berdasarkan laporan yang masuk, mereka ikut terlibat aksi pengerusakan sehingga kita langsung lakukan pemeriksaan," imbuh dia.

Akibat perbuatan yang dilakukannya, ketiga terduga diancam dengan pasal 170 KUHP tahun tentang pengerusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari enam desa yakni Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, Remen, Mentoso, dan Kaliuntu menggeruduk Mapolres Tuban. Mereka mendatangi Mapolres Tuban untuk mempertanyakan ketiga rekannya yang diduga diamankan pihak kepolisian ketika hendak mengantar surat perizinan acara tumpengan di sekitaran rencana pembangunan kilang minyak.

Aksi warga tersebut berhasil diredam oleh pihak kepolisian karena dianggap menganggu keamanan dan ketertiban, karena tidak disertakan surat izin. (gun/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...